Kesal dengan janji Kades Tukang Bangunan Segel Kober Labolewa Nagekeo

Patroliindonesia.com |Nagekeo – Peningkatan sarana pendidikan bangunan Kober Tunas Baru yang bersumber dari dana desa dengan besaran dana (upah pekerja) tiga puluh empat juta seratus di dusun Boazea, desa Labolewa, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo bermasalah, hal tersebut berbuntut pada penyegelan bangunan fisik oleh kepala tukang, Minggu (14/06/20)

Foto: Bangunan fisik Kober Tunas Baru

Tindakan yang dilakukan oleh Vinsensius (42) merupakan bagian dari kekesalan dan kekecewaannya terhadap oknum Kepala Desa (kades) yang belum melunasi upah pekerjaan tukang yang masih tersisah angka sembilan jutaan.

Bacaan Lainnya

“Ia benar itu saya segel pak, karena saya sangat kesal dan kecewa denga kepala desa yang main janji terus upah pekerjaan kami, masa laporan anggaran tahun 2019 sudah seratus persen tapi uang tukang belum selesai sampai hari, saya mau gila karena upah karyawan saya sepuluh orang belum lunas juga, makanya kami segel dulu pak.” kisah Vinsensius kepada awak media saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa “sudah hampir puluhan kali ia mendatangi kantor desa labolewa dan rumah sang kades tapi tak kunjung bayar.”

Ditempat terpisah, patroliindonesia menghubungi sang kades guna mendengar keterangan lebih lanjut, kepada media melalui sambungan telepon seluler, kades mengatakan bahwa ketika pekerjaan sudah seratus persen maka keuangan juga seratus persen.

“Dia segel apakah pekerjaan sudah selesai, tolong muat itu biar jelas. Hal yang kecil tidak perlu besarkan hal yang besar saya maklumi tapi ini kecil, tapi seolah-olah ini luar biasa, jangan sampai ada orang lambo dibelakang Vinsen ini” cetus Marsel Ladho kepala Desa Labolewa.

Marsel melanjutkan, ia akan segera membayar upah pekerjaan ketika tiga lubang plafon yang tersisah selesai di pasang.

“Nanti bisa cek dilokasi plafon tiga lubang belum dipasang, kalo pekerjaan selesai berarti uangnya selesai” tutup Marsel.

Menanggapi pernyataan Kades, Vinsensius bantah bahwa dirinya sudah berkali kali mendatangi kantor desa Labolewa memberitahu materialnya sudah habis dan segera pengadaan lagi namun belum direspon sampai hari ini.

“itu tidak benar, saya sudah cape, saya sudah berkali kali ke kantor desa beritahu kepala desa bahwa bahan sudah habis, segerah adakan supaya pekerjaan lekas selesai tapi sampai hari ini bahan belum ada,” tutup Vinsensius. (Ralan)

Pos terkait