Wisata Air Terjun Kalipedati Terkenal di Jatim Kurang Perhatian Pemda

Patroliindonesia |Probolinggo, Jatim – Beberapa daerah sudah menjalakan project nasional khususnya untuk pariwisata yang akan menambah ruang nyaman sebagai hiburan dan liburan kita bersama alam. Selain itu masyarakat juga akan lebih bisa menikmati banyak pilihan destinasy wisata daerahnya, tentunya ini juga akan menjadi masukan kas daerah atau Pendapatan Daerah yang lumayan bisa menopang pembangunan desa disisi lainnya lagi.

Investigasi awak media kami kali ini adalah kunjungan Wisata ke Air Terjun Kali Pedati yang berada di wilayah Desa Kalianan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Selasa (30/06/20)

Ini adalah salah satu destinasi wisata yang sudah cukup dikenal di masyarakatnya karna keserasian alam dan beberapa pemandangan yang asri dikucuran air terjun yang terurai kemudian bercabang dan menjalur ke beberapa arus sungai didekatnya dan menjadi air terjun lainnya karna textur tanah dan dinding bukitnya yang tidak terlalu tinggi namun berbentuk unik dan segar alami seperti Green Canyon yang terkenal diluar negri.

Kepala Desa (Kades) Kalianan berpendapat, bahwa wisata air terjun ini memang seharusnya bisa menjadi perhatian pemerintah daerah juga agar bisa terbangun dan bisa lebih terkenal lagi hingga taraf ekonomi wilayah pun bisa menyerap layanan wisata kita.

Foto: Kades dan Aparatur Desa

Kades juga menerangkan, bahwa banyaknya minat wisatawan lokal yang tertarik untuk mendatangi lokasi wisata namun akses masih belum memadai dan harus melalui perjalanan yang cukup jauh. “Jarak yang harus ditempuh dari desa kami aja sudah mencapai 3 km,” katanya.

“Saya berharap lokasi wisata di desa kami ini bisa segera terbangun dan bermanfaat menjadi tempat hiburan dan liburan yang bisa mendatangkan wisatawan lokal ataupun luar daerah hingga manca negara, sehingga bisa mrnjadi tempat yang bisa kami banggakan guna promosikan daerah dan desa kami.” Ungkap Kades

“Estimasi untuk membangun akses jalan ke lokasi wisata ini bukan biaya yang murah, bisa mencapai nilai 1 milliar. Semoga ini bisa menjadi perhatian pemerintah provinsi atau kabupaten bersama kepala dinas pariwisatanya juga. Karna sejauh ini masih belum tersentuh oleh instansi manapun”. Tambahnya

(Red/Lutfi)

Pos terkait