Kepala BWS Pemali Juana, Kota Semarang Siap Siaga Atasi Musim Hujan 2020 dan Banjir Rob

Patroli Indonesia, Semarang -  Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melakukan Monitoring dan Evaluasi terkait Operasi dan Pemeliharaan Bendung Pucang Gading serta infrastruktur Pengendalian Banjir dan ROB Semarang sebagai kesiapsiagaan BBWS Pemali Juana dalam menghadapi musim hujan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi didampingi Ka. SNVT PJSA dan Ka. Satker OP mengunjungi 4 lokasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (22/8)

Mohammad Adek Rizaldi mengatakan prediksi musim hujan di indonesia sudah tidak bisa diprediksi, hal ini dapat dilihat dari sudah mulai terjadi hujan di Kota Semarang sedangkan berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG menjelaskan bahwa bulan Agustus merupakan puncak kemarau di Provinsi Jawa Tengah. Oleh sebab itu perlu dilakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap sarana dan prasarana pengendalian banjir di Wilayah Sungai Pemali Juana agar banjir dapat dikendalikan.

Bendung Pucang Gading merupakan infrastruktur vital dalam pengendalian banjir di Kota Semarang. Hal ini dikarenakan pada bendung ini dilakukan pembagian air yang akan masuk ke Banjir Kanal Timur (BKT), Sungai Babon, dan Sungai Dombo-Sayung. Dalam kunjungan lapangan ini terdapat beberapa yang harus menjadi perhatian terkait petugas OP Bendung Pucang Gading diantaranya:
1. Perlu dilakukan pelatihan terhadap petugas OP terkait pengoperasian pintu.
2. Peta Skematik perlu dilakukan pembaharuan dan di buat legalitasnya.
3. Sarana dan Prasarana penunjang pemantauan perlu dilakukan pemeliharaan dan peningkatan agar dapat mempermudah pengoperasian dan pelaporan.
4. Pedoman OP perlu diperbaharui sesuai dengan kondisi eksisting dengan mencangkup kondisi darurat.
5. Dibuat struktur organisasi untuk menentukan tugas dan fungsi dari masing-masing petugas OP.

Pada kunjungan lapangan ini dilakukan Monitoring beberapa titik yang mengalami gerusan di sepanjang BKT dan akan ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kota Semarang dikarenakan pada lokasi kritis tersebut terdapat rumah warga yang berada di sempadan sungai.

BBWS Pemali juana telah menyelesaikan pembangunan Kolam Retensi Rusunawa Kaligawe yang berfungsi untuk membagi debit air yang ada di Sungai Tenggang sehingga beban pompa di Sungai Tenggang tidak terlalu besar. Mohammad Adek Rizaldi mengingatkan segera di buat PROM untuk bangunan pengendalian banjir yang telah selesai pada tahun ini agar jelas kewenangan OP. Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan untuk dibuat Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BBWS Pemali Juana dengan Pemerintah Kota Semarang terkait operasi dan pemeliharaan bangunan pengendalian banjir.

Selain PKS akan dilakukan diskusi dengan Pemerintah Kota Semarang terkait penataan disekitar BKT dikarenakan setelah dilakukan monitoring pada lokasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daerah wisata.(*)

Pos terkait