PPL Kecamatan Rahong Utara, Herman Wanggut “Mulut Manis”

Patroliindonesia |Manggarai, NTT – Petani Cabai Dusun Golopau Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara mengalami gagal panen tahun ini. Hal ini disebabkan kurangnya penyuluhan dan pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Stephanus Lesing Petani cabai desa Liang Bua, Senin (5/10/20) kepada media ini mengatakan bahwa pada tahun 2020 ini mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Tahun ini kami petani cabai di dusun Golo Pau gagal panen. Tanaman cabai kami berbuah tetapi diserangan hama dan virus. Kerugian saya tahun ini mencapai Rp.22.000.000, itupun karena pupuk dan bibitnya dari pemerintah Kabupaten Manggarai sedangkan untuk biaya perawatan seperti obat hama dan penyakit tidak ada sama sekali,” ujar Stephanus.

Lebih lanjut Stephanus mengatakan bahwa, PPL Kecamatan Rahong Utara, Herman Wanggut selalu memberikan janji untuk memberikan pengobatan hama dan virus pada tanaman cabai.

“Katanya ada satu gardus dirumahnya untuk diberikan kepada kami, tetapi itu hanyalah mulut manisnya. Gagal panen ini juga disebabkan oleh turunnya harga beli cabai di pasar, sehingga mengakibatkan kami petani cabai tidak mampu untuk membeli obat hama dan virus,” papar Stephanus.

“Kalau harganya tinggi kami pasti punya inisiatif untuk membeli obat hama dan virus di Toko Tani. Mungkin saja kami pinjam di koperasi sambil menunggu hasil panen.

Kami sangat mengharapkan agar Pemkab Manggarai dapat membantu kami untuk menyediakan obat hama dan virus pada cabai, agar kerugian kami tertutupi,” harap Stephanus.

Sementara, PPL Kecamatan Rahong Utara, Herman Wanggut, ketika dikonfirmasi media melalui via telepon, nomor Hand Phone nya tidak dapat dihubungi (aktif) hingga berita ini dinaikin. (Tensi Rea)

Pos terkait