PMII Jabar: Kang Emil Wajib Bertanggungjawab jika Terjadi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

Patroli Indonesia – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencium adanya keganjilan terkait agenda Vaksinasi Covid – 19.

Ketua PMII Jabar, Fachrurizal, menilai, datangnya Vaksin Import dengan jumlah besar dan ditetapkannya penjadwalan agenda Vaksinasi sebelum adanya kepastian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan keamanan, mutu dan khasiat dari semua jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia ini terburu-buru.

“Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksinasi Covid-19 menerangkan bahwa ada 7 (tujuh) jenis vaksin, dan yang telah mendapatkan EUA atau Izin Edar dari BPOM baru yang jenis Sinovac, itupun terkesan dipaksakan karena vaksin terlebih dahulu datang dan penjadwalan vaksinasi tahap 1 ditetapkan sebelum terbit EUA dari BPOM,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, jangan sampai BPOM menerbitkan Izin Edar semata-mata hanya karena vaksin import sudah kadung dibeli dan datang ke Indonesia, tanpa kepastian keamanan, mutu dan khasiat dari vaksin tersebut.

“Karena jika terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunitas) setelah masyarakat divaksin ini, masyarakat lagi-lagi yang akan dirugikan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Fras tersebut menyebutkan, dari Kepmenkes tersebut ada 6 jenis vaksin lainnya yang sampai saat ini belum terbit EUA dari BPOM. Ia khawatir pasca vaksinasi akan terjadinya kasus KIPI terhadap masyarakat di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Kasus KIPI seperti kematian, kelumpuhan, dan sebagainya jangan sampai terjadi pasca Vaksinasi. Ini Kang Emil selaku Gubernur Jabar gembar gembor masyarakat wajib divaksin dan sebagainya, sedangkan kondisinya seperti itu (semua jenis vaksin belum digaransi), apalagi itu kategorinya bukan kewajiban bagi masyarakat untuk menerima vaksin,” lanjutnya.

Selain itu, Fras mengingatkan Gubernur Jabar agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

“Kang Emil harus Ingat, jika dikemudian hari ada kasus KIPI di Jabar, maka Kang Emil adalah orang yang paling bertanggungjawab dan wajib bertanggungjawab penuh.” Tegasnya.(*)

Pos terkait