AMMARA Kupang Menolak Pembangunan Pabrik Semen di Manggarai Timur

Patroliindonesia.com |NTT – Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) Kupang yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan yaitu Ikatan Mahasiswa Pendalaman Iman Keuskupan Ruteng (TAMISARI-Kupang), Himpunan Pelajar Mahasiswa Manggarai Timur (HIPMMATIM-Kupang), Persatuan Mahasiswa Manggarai (PERMAI-Kupang), dan Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR-Kupang) menyatakan sikap tegas menolak pembangunan pabrik semen dan tambang di Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.

Mewakili AMMARA Kupang, Adeodatus Syukur, selaku kordinator umum aliansi tersebut mengatakan bahwa pembangunan pabrik semen dan tambang di Manggarai Timur merupakan gambaran kekeliruan cara pandang pemerintah daerah dalam membangun Manggarai Timur.

Bacaan Lainnya

“Bagi kami, jika pemerintah daerah mengijinkan rencana pembangunan semen dan penambangan bahan baku batu gamping di Manggarai Timur, maka itu adalah gambaran kekeliruan cara pandang Pemerintah dalam membangun Manggarai Timur” ungkap Adeodatus. (08/06/20)

Lebih lanjut Adeodatus mengatakan bahwa, seharusnya Pemerintah Daerah membangun Manggarai Timur dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada pada masyarakat tanpa merusak alam. Bukan malah membuka tambang ataupun pabrik semen.

“Menurut kami, pemerintah seharusnya membangun Manggarai Timur dengan memaksimalkan berbagai potensi yang ada pada masyarakat. Misalkan mendorong produktifitas pertanian dengan menjamin harga komoditi para petani di pasar, memaksimalkan sektor perikanan, peternakan, pariwisata, serta mendorong berbagai produk-produk lokal hasil karya masyarakat” Ungkap Adeodatus.

AMMARA Kupang berpendapat bahwa membangun pabrik semen dan tambang di Manggarai Timur akan berpotensi besar mempengaruhi produktifitas pertanian.

“Kita harus belajar dari fakta historis. Bahwa begitu banyak pembangunan tambang berdampak pada rusaknya alam. Jika alam telah rusak, maka petani yang menggantungkan hidupnya pada tanah dan alam sekitar akan mengalami dampak yang cukup serius” tutur Adeodatus.

AMMARA Kupang berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergandeng tangan melawan kebijakan pemda Manggarai Timur yang berencana mengijinkan pembangunan pabrik semen dan tambang di Manggarai Timur.

“Kami tidak ingin rakyat menjadi pekerja dan budak di tanah sendiri. Rakyat adalah tuan atas negeri ini. Menjadi pekerja di pabrik semen tidak sebanding dengan pendapatan yang seharusnya diperoleh para petani. Persoalan pendapatan para petani yang kecil saat ini adalah akibat dari kebijakan pemerintah di sektor pertanian yang sangat keliru. Itu sama kelirunya dengan memaksakan kehendak untuk membangun pabrik semen dan tambang di tanah Manggarai Timur yang begitu subur. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak pembangunan pabrik semen dan tambang di Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur” ungkap Adeodatus.

AMMARA Kupang juga menegaskan, apabila pemerintah tetap memaksakan kehendak untuk mengijinkan pembangunan pabrik semen dan tambang di Manggarai Timur, maka AMMARA Kupang akan melakukan perlawanan dengan melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran dengan mengajak berbagai organisasi kepemudaan dan rakyat, serta dengan tegas akan menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Pos terkait