APK Bila melanggar Aturan pemasangan Sat pol PP Garut siap babat copot Habis

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

MPI, Garut Jabar –  Alat Praga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku maka akan tetap diamankan, meskipun sudah masuk dalam tahap massa kampanye pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko.

Eko menyampaikan, bahwa saat ini patroli yang dilakukan fungsinya itu ditambah lagi, salahsatunya untuk mentertibkan alat praga kampanye.

“Jadi kalau dulu patroli itu mjsalnya cuma untuk trantibum biasa, terus saya tingkatkan juga untuk operasi anak-anak sekolah. Terus sekarang ini ditambah fungsinya yaitu untuk alat praga, alat praga kampanye yang kita akan tertjbkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, meski massa kampanye sudah berlangsung, namun apabila ditemukan APK yang dipasang di tempat terlarang maka pihaknya akan menertibkan APK tersebut.

“Massa kampanye mulai tanggal 28 November 2023. Tadi saya katakan walaupun tema-nya sudah kampanye tapi kalau dipasang di tempat yang dilarang akan kita amankan,” katanya.

Eko mengungkapkan, bahwasanya yang melanggar aturan itu diantaranya seperti yang terpasang di pohon lalu di paku. “Terus yang di taman-taman kota sepertj di bunderan itu tidak boleh, yang menganggu rambu lalu lintas juga, termasuk yang di tihang-tihang listrik akan kita amaknkan juga,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum massa kampanye dimulai pada tanggal 28 November 2023, pihaknya sudah terlebih dulu mengamankan APK yang melanggar aturan.
“Sebelum massa kampanye juga kita sudah sering melakukan penertiban itu, eksekusinya sudah banyak, sudah ribuan. Terutama yang sering kita dapatkan yang di paku di pohon-pohon,” lanjutnya.

“Baligo punya ibu Diah juga kita turunkan, punya ibu Helmi juga kita turunkan. Yang melanggar aturan pokoknya kita turunkan, yang melanggar sebenarnya bukan beliau langsung, tapi itu timnya kan. Jadi, maaf punya pimpinan-pimpinan kita juga turunkan, kan ada mantan pejabat juga ikut, itu juga kita turunkan. Intinya kita tidak tebang pilih,” pungkasnya.

H.ujang slamet

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait