Bidik Pebisnis Global dan Investor Asing Berkelas, Imigrasi Uji Coba Kebijakan Multiple Entry Visa

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroli-indonesia.com JAKARTA – Setelah ditutup selama masa pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan uji coba pembukaan kembali Visa Kunjungan Beberapa kali Perjalanan (VKBP) atau multiple entry visa mulai Selasa, (22/11).

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana di Jakarta pada Senin (21/11/2022).
“VKBP akan diuji coba dibuka kembali sebagai bentuk dukungan Imigrasi kepada para pebisnis global, calon investor yang bonafid, dan miliarder dunia bermodal besar
sehingga bisa dengan mudah bolak balik masuk ke Indonesia. Ini merupakan bukti
nyata kemudahan keimigrasian untuk para pelaku bisnis dengan mobilitas tinggi yang
akan memberi dampak signifikan untuk pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Widodo.

Bacaan Lainnya

Widodo menyampaikan bahwa orang asing pelaku bisnis yang akan mengajukan VKBP wajib memiliki penjamin berupa korporasi atau perusahaan di Indonesia.

Pengajuan VKBP dilakukan oleh penjamin, baik secara online melalui website visaonline.imigrasi.go.id maupun melalui Perwakilan RI di luar negeri.

Visa kunjungan beberapa kali kunjungan, menurut Widodo merupakan jenis visa
kunjungan yang memungkinkan orang asing bisa melakukan perjalanan keluar dan
masuk ke Wilayah Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun.

Setiap kali masuk ke Indonesia diberikan izin tinggal selama 60 hari. “Untuk VKBP dikenakan biaya yakni sebesar Rp 3.000.000 per orang/tahun sehingga orang asing tersebut bisa bolak balik ke Indonesia tanpa perlu melakukan perpanjangan izin tinggalnya,” ujarnya.

Widodo menegaskan bahwa VKBP tidak dapat digunakan untuk bekerja di Indonesia.
Orang asing pemegang VKBP dapat melakukan kegiatan, antara lain melakukan
pembicaraan bisnis, wisata, tugas pemerintahan, pembelian barang, rapat, alasan kemanusiaan, dan transit;
Persyaratan utama pengajuan VKBP sebagai berikut:
1. Paspor kebangsaan yang sah dan masih berlaku paling singkat 18 (delapan
belas) bulan;
2. Surat penjaminan dari Penjamin kecuali untuk kunjungan dalam rangka
pariwisata;

3. Bukti memiliki biaya hidup bagi dirinya dan/atau keluarganya selama berada di
Wilayah Indonesia berupa rekening koran, buku tabungan, atau deposito 3
(tiga) bulan terakhir milik Orang Asing atau Penjamin dengan jumlah sekurangkurangnya USD 2000 (dua ribu dolar Amerika) atau setara;
4. Tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain
kecuali bagi awak Alat Angkut yang akan singgah untuk bergabung dengan
kapalnya dan melanjutkan perjalanan ke negara lain; dan
5. Pasfoto berwarna terbaru minimal diambil 3 (tiga) bulan terakhir dengan latar
putih.
Selain itu terdapat persyaratan tambahan selama masa pandemi covid 19, sebagai
berikut:
1. Surat pernyataan bersedia mematuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku
di Indonesia;
2. Bukti telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap;
3. Bukti kepemilikan asuransi kesehatan dan asuransi perjalanan yang mencakup jaminan pembiayaan kesehatan, dan/atau surat pernyataan bersedia membayar secara
mandiri apabila terdampak COVID-19 selama berada di Wilayah Indonesia.

“Kami berharap kebijakan keimigrasian ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para
pelaku bisnis mancanegara yang akan melakukan perjalanan bisnis atau berinvestasi di Indonesia,” tutup Widodo.

Narahubung: Subkoordinator Humas
Achmad Nur Saleh (*)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait