Business Matching, Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang

MPI, Tangerang – Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) merupakan salah satu peluang untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional. Melalui Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) Pemerintah berupaya untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri guna menumbuhkan kemandirian bangsa dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global, Pelaksanaan program P3DN ini sebagai wujud nyata membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

Salah satu bentuknya adalah dengan mewajibkan Instansi Pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Tangerang Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si pada Selasa, 10 Oktober 2023.

“Kabupaten Tangerang merupakan salah satu Kabupaten penyangga ibukota Jakarta dengan luas 959,6 km2, memiliki 29 Kecamatan 246 Desa dan 28 kelurahan dengan jumlah penduduk 3,2 juta jiwa. Pada sektor ekonomi kreatif, terdapat 3 (tiga) besar sektor ekonomi Kreatif yang tumbuh di Kabupaten Tangerang antara lain Sektor Kuliner 41,69%, Fashion 18,15% dan Kriya 15,7% (data GEKRAF 2022). Pada sektor lainnya yang tumbuh di Kabupaten Tangerang antara lain Desain komunikasi visual, aplikasi, pengembang permainan, arsitektur desain interior, desain produk, film animasi dan video, fotografi, penerbitan periklanan, seni pertuniukan seni rupa, televisi dan radio bahkan musik.” Imbuhnya.

Masih kata Bapak Sekda, “Pertumbuhan sektor ini tentu meniadi satu energy positif yang harus didukung terus agar bisa lebih produktif dalam berkontribusi untuk akselerasi sektor perekonomian, sosial masyarakat kita.
Kabupaten Tangerang terkenal sebagai kota 1000 Industri ada beberapa Kawasan Industri di Kabupaten Tangerang, yakni Kawasan Millenium, Kawasan Cikupa Mas, Kawasan Kosambi dan lainnya.

Jumlah Pelaku Usaha Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Tangerang berdasarkan data dari SIINas sebanyak 629 Industri, yang memiliki Sertifikat TKDN sebanyak 355 Industri, dengan tingkat presentase 52%.
Masih banyak Pelaku Industri yang belum terdata di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) untuk itu dalam acara ini kami juga mendorong agar Pelaku Industri untuk registrasi akun SIINas.

Kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang” ini bertujuan untuk mendorong implementasi penyerapan produk dalam negeri.” Jelasnya.

Kemudian dirinya juga mengucapkan selamat mengikuti kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023.

“Bismillahirrahmanirrahim Kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang” dengan resmi saya nyatakan dibuka.

“Semoga ilmu yang didapatkan hari ini dapat bermanfaat untuk mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Usaha Kecil dan Menengah di Wilayah Kabupaten Tangerang dan semoga Allah SWT meridhoi upaya kita semua.” Tutur Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya mewakili Pj. Bupati kabupaten Tangerang.

Ditambahkan juga oleh Ibu Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Tangerang Dra. Resmiyati Marningsih, M.Si.

“Perkenankan saya menyampaikan laporan kegiatan pada hari ini yang bertema Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang”, dimana anggaran kegiatannya bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2023.” Ujar Kadis Perindag melaporkan.

“Kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang” ini bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara instansi pengguna PDN dengan pelaku usaha industri dalam negeri, memberdayakan industri dalam negeri dan memperkuat struktur industri nasional dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.” Pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, Ibu Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Tangerang Dra. Resmiyati Marningsih, M.Si, Bapak Farid Firman Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten, Para Kepala OPD Kabupaten Tangerang, Para Camat Se-Kabupaten Tangerang, Bapak Dr. Indrani Dharmayanti, SP.,MSi selaku narasumber Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Bapak Dr. Iwan Hermawan, ST.,MM selaku narasumber Kepala Bidang Industri Provinsi Banten, Ibu Silvia Febriona dari PT. Surveyor Indonesia serta Bapak dan Ibu para tamu undangan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang” serta lainnya.

(*)

Pos terkait