MPI, CIAMIS – Ciamis Climbing Club (CCC) mengikuti Lomba Privateer Climbing Program Invitasi Panjat Tebing Buatan Non Atlet Profesional yang diselenggarakan oleh Pasaga Climbing Wall, di Venue Pasaga Unpar jalan Cisitu Indah VI Dago Kota Bandung Jawa Barat. Minggu, (05/03/23).
Layaknya superhero spiderman para atlet muda binaan CCC dengan lincahnya menapaki satu demi satu climbing holds yang menempel di papan panjat. Setiap kabupaten atau kota mengirimkan atletnya untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
Ciamis Climbing Club (CCC) mengirimkan Kategori untuk tingkat SD – SMA yaitu Top Rope dan Lead sedangkan yang dilombakan yaitu tingkat SD-SMA Top Rope dan Lead juga untuk tingkat Mahasiswa dan Umum Boulder dan Eksibisi 40 UP.
Empat atlet tersebut diantaranya tiga perempuan dan satu laki-laki yaitu Aisha Zahra siswi MIN 9 Ciamis, Raisa Nadira Setiawandisastra siswi MIN 9 Ciamis, Geri Apriana dan Kayla Azzura Zifara
Lokasana adalah salah satu sarana di kabupaten ciamis untuk membina atlet climbing untuk mengasah kemampuannya. Di sana terdapat beberapa ketinggian papan panjat, namun dari ketinggian 15 meter papan panjat hanya bisa ditapaki mencapai ketinggian 8 meter karena Sarana tersebut tidak direkomendasikan untuk digunakan Pada ketinggian maksimal.
Harapan Official CCC Pemerintah Daerah bisa menyediakan sarana utuk latihan atlet panjat tebing yang sesuai dengan standar ketentuan. Utuk memaksimalkan latihan pihaknya kadang ikut ke sarana Kabupaten lain, seperti Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, dan Basarnas kantor tasikmalaya.
Coach CCC Erik yang menjadi aktor penting dalam meramu anak didiknya ketika latihan, malahan coach dengan telaten mendidik anak didiknya walaupun dengan sarana dan prasarana yang seadanya.
“Kami sangat perlu sekali sarana dan prasarana latihan yang lebih tinggi agar atlet Ciamis bisa memaksimalkan kemampuannya disaat latihan,” Ucapnya.
Lanjut Erik agar bisa maksimal dalam latihan kami membawa anak-anak untuk latihan di Kota tetangga agar bisa latihan semaksimal mungkin.
“Semoga Pemerintah dan Pengcab bisa menyediakan sarana yang layak buat kami, karena prestasi anak-anak cukup bagus, tapi sarana yang sangat terbatas membuat perkembangan mereka belum maksimal,” Pungkasnya (Edo)
EDITOR : YANS












