MPI, MADIUN – Layanan kesehatan masyarakat memang seharusnya lengkap. Karenanya, RSUD Kota Madiun terus berupaya memenuhi beragam jenis layanan kesehatan. Diantaranya layanan konservasi gigi dan kesehatan jiwa. Ya, rumah sakit plat merah di Kota Madiun itu telah membuka poli konservasi gigi dan membuka kembali poli jiwa.
Bicara tentang kesehatan gigi memang beragam. Bahkan terdapat banyak spesialisasinya. Salah satunya, spesialis konservasi gigi. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun poli spesialis konservasi gigi ini sudah dibuka dan bisa menerima pasien BPJS. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai penanganan khusus secara gratis.
‘’Selama ini kasus yang terkait konservasi gigi tidak bisa sampai ke RSUD Sogaten (RSUD Kota Madiun). Di saat faskes tingkat satu ingin merujuk, nama RSUD Sogetan tak keluar. Baru setelah Januari 2026 kemarin, layanan ini sudah bisa dimanfaatkan pasien BPJS,’’ kata Direktur RSUD Kota Madiun Dr. Muhammad Nur.
Poli Konservasi Gigi RSUD Kota Madiun memang sudah sejak Juli 2025 silam. Namun, baru bisa melayani pasien umum. Sebab, untuk menjalin kerja sama dengan BPJS terdapat sejumlah persyaratan. Seperti wajib melewati proses kredensialing. Yakni, proses evaluasi, verifikasi, dan penilaian kompetensi, kualifikasi, serta kelayakan tenaga kesehatan (nakes) atau fasilitas pelayanan kesehatan (faskes). Itu dilakukan untuk memastikan standar mutu dan keamanan terpenuhi sebelum perjanjian kerja sama dilakukan.
Proses kredensialing untuk poli konservasi gigi tersebut baru dilaksanaan pada November 2025 lalu. Bersamaan dengan kredensialing ulang untuk keseluruhan pelayanan rumah sakit. Kredensialing memang agenda rutin pihak BPJS saban tahun.
Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi RSUD Kota Madiun drg Agustina Restu menyebut konservasi gigi lebih kepada urusan mempertahankan gigi asli. Harapannya, gigi tidak perlu dicabut akibat kerusakan parah, karies, atau infeksi. Tak heran terdapat tindakan perawatan, restorasi, dan lainnya. Tak hanya itu, konservasi gigi juga fokus pada perawatan saraf gigi (saluran akar), penambalan estetik, dan perbaikan struktur gigi agar fungsi kunyah dan estetika tetap terjaga.
‘’Kita lebih ke mempertahankan gigi. Jadi di kita melakukan tindakan-tindakan seperti perawatan saluran akar, tambal sementara, tambal permanen, ada juga perawatan untuk mempertahankan vitalitas gigi,’’ terangnya.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Madiun, drg. Totok Dwi Sanjaya, M.Kes menyebut RSUD Kota Madiun dulu pernah memiliki layanan kejiwaan. Namun, karena dokter spesialis jiwa harus ke RSUD Soedono, layanan tersebut terpaksa dihentikan. Layanan itu telah dibuka kembali pada awal Februari 2026.
‘’Selain karena dokternya ditarik ke RSUD Soedono, layanan kita tutup dulu karena masih menunggu dokter lain yang masih belajar. Sekarang kita sudah siap buka lagi,’’ ungkapnya.
Pihaknya saat ini telah menyelesaikan ruangan untuk layanan poli jiwa tersebut. Poli tersebut terpisah dengan poli lain. Hal itu untuk kenyamanan pasien di poli lain. Sebab, tidak dipungkiri masih adanya stigma negatif untuk pasien jiwa. Selain itu, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan BPJS dan lainnya untuk urusan layanan poli jiwa tersebut.
‘’Kita juga masih berkoordinasi terkait farmasinya. Kira-kira obat-obat apa yang nanti dibutuhkan dokter spesialis jiwa yang harus kita sediakan,’’ jelasnya.
Priyo menyebut hadirnya poli jiwa tidak tersebut tidak terkait dengan musim Pemilu yang biasanya muncul banyak permasalahan kejiwaan di masyarakat. Namun, dirinya tak membantah adanya layanan konseling bagi yang membutuhkan konseling kejiwaan. Hal itu penting sebagai langkah antisipasi sebelum masalah kejiwaan berlarut atau meningkat stadiumnya.
‘’Layanan ini bisa untuk siapa saja. Masyarakat yang membutuhkan konseling kejiwaan bisa kami layani,’’ pungkasnya.
(EHP22)












