Di Manggarai Barat, KPH dan Kelompok Tani Hasilkan Produk Pengganti Plastik

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroliindonesia |Manggarai Barat, NTT – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Manggarai Barat bersama kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat yakni Kecamatan Sanonggoang, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Kuwus Barat, Kecamatan Pacar, Kecamatan Macang Pacar, Kecamatan Boleng, dan Kecamatan Komodo, menghasilkan berbagai karya seni yang cukup menjanjikan.

Hasil karya seni tersebut berupa sedotan, gelas atau cangkir, box penyimpan tisu, cerek atau teko, penyimpan kopi dan gula, gelang kesehatan, dan masih banyak lagi.

Bacaan Lainnya

Uniknya, semua hasil karya tersebut bukan berbahan plastik. Namun produk yang dihasilkan oleh KPH Manggarai Barat dan para kelompok tani tersebut dibuat dari kayu dan biji-bijian yang ada disekitar kita.

Stefanus Nali, Kepala Kesatuan Pengawasan Hutan (KPH) Kabupaten Manggarai barat menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan oleh KPH dan berbagai kelompok tani tersebut sangat ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa ide membuat produk berbahan kayu dan biji-bijian tersebut bermula dari gagasan pemerintah untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik yang sangat membahayakan lingkungan dan mahkluk hidup. Atas dasar itulah, KPH Manggarai Barat kemudian melahirkan berbagai ide untuk membuat produk-produk berbahan kayu dan biji-bijian.

“Produk-produk yang kita hasilkan ini terbuat dari kayu dan biji-bijian, dan itu sangat ramah lingkungan. Jadi awalnya, ada edaran dari pemerintah pusat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Yah, itu karena sampah plastik memang sangat membahayakan lingkungan dan mahkluk hidup. Jadi, KPH Mabar kemudian mencari berbagai produk alternatif yang ramah lingkungan agar bisa meminimalisir penggunaan produk-produk berbahan plastik” ungkap Stefanus. (23/07/20)

Stefanus menjelaskan bahwa di Manggarai Barat sangat banyak potensi alam yang bisa dikembangkan menjadi produk-produk yang ramah lingkungan dan cukup menjanjikan.

“Setelah kami keliling ke berbagai kecamatan di Kabupaten Mabar ini, kami melihat bahwa alam di Manggarai Barat memiliki potensi yang sangat luar biasa. Oleh karena itu kami kemudian mengajak kelompok-kelompok tani dari berbagai kecamatan untuk bersama-sama mengolah hasil hutan atau hasil pertanian untuk dijadikan sebuah produk yang ramah lingkungan sehingga dapat meminimalisir penggunaan produk berbahan plastik. Kelompok-kelompok tani tersebut kemudian kami berikan pelatihan, dan sekarang mereka sudah bisa hasilkan produk-produk ini secara baik. Dari sisi ekonomi, produk ini tentu sangat menjanjikan” ungkap Stefanus.

Stefanus menjelaskan, bahwa pihaknya telah siap memasarkan produk tersebut, dan sebelumnya telah membangun komunikasi dengan para pelaku pariwisata guna memasarkan produk-produk yang telah dibuat.

Untuk sementara produk yang dihasilkan oleh para kelompok tani langsung dibeli oleh koperasi Rimbauan, yang juga merupakan koperasi yang dibentuk oleh KPH Manggarai Barat. Hal ini dimaksudkan agar para petani tidak ragu membuat produk-produk tersebut, sebab hasil produksinya langsung laku terjual ketika telah siap dipasarkan.

“Kita sudah siap memasarkan produk ini. Kita juga sudah komunikasikan dengan para pelaku pariwisata, dan mereka setuju. Untuk sementara, produk-produk yang dihasilkan oleh para kelompok petani tersebut langsung dibeli oleh koperasi Rimbauan yang merupakan koperasi dari KPH. Maksudnya agar para petani tidak ragu membuat produk-produk tersebut, karena pada akhirnya produknya akan laku terjual. Kita juga berharap agar kedepannya, para petani sendiri bisa secara langsung dapat membuka, mengakses, dan memasarkan produk” tutup Stefanus.

Berdasarkan pantauan jurnalis Patroli Indonesia, berbagai produk hasil kreatifitas para petani dan KPH Manggarai Barat tersebut telah banyak di distribusikan ke Kantor KPH dan telah siap dipasarkan.

Sebagai informasi, saat ini KPH Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan uji coba mengekstrak kulit kayu manis, menjadi minyak kulit kayu manis sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

(Eliandro)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait