Diduga Lakukan “Pungutan Liar”, Ini Penjelasan Kades Golo Meleng

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroliindonesia.com |NTT – Pemerintah Desa Golo Meleng, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, telah membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. (15/05/20)

Bantuan tersebut diberikan kepada 99 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK mendapatkan Rp 1.200.000 untuk dua bulan, yaitu bulan april dan bulan Mei.

Bacaan Lainnya

Pasca dibagikan BLT tersebut, beredar informasi bahwa Kepala Desa Golo Meleng melakukan “pungutan liar” ketika membagikan BLT. Dari informasi yang beredar, diduga Kepala Desa Golo Meleng meminta uang ke beberapa warga penerima BLT senilai Rp 100.000.

Setelah dikonfirmasi, Wilhelmus Mo, Kepala Desa Golo Meleng, menjelaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat bahwa dirinya diduga melakukan “pungutan liar”, itu tidak benar. Ia mengatakan bahwa pemberian uang sebesar Rp 100.000 oleh beberapa warga yang menerima BLT kepadanya bukan atas dasar kehendak ataupun paksaan darinya. Itu adalah inisiatif dari warga penerima BLT karena kasihan akan kondisinya yang saat ini sedang sakit.

“Saya tidak pernah memotong dana BLT sebesar Rp 100.000 ke beberapa penerima BLT seperti informasi yang beredar saat ini. Itu tidak benar. Pemerintah Desa tetap memberikan BLT sebesar Rp 1.200.000 untuk bulan April dan bulan Mei kepada para penerima BLT. Namun, beberapa warga penerima BLT tersebut berinisiatif memberikan saya uang sebesar Rp 100.000, sebab mereka kasihan karena kondisi saya yang saat ini sedang sakit. Kalau tidak percaya, silahkan Bapak (wartawan Patroli Indonesia) tanyakan langsung kepada masyarakat penerima BLT Dana Desa” ungkap Wilhelmus. (29/05/20)

Wenslaus Barus, warga Desa Golo Meneng mengatakan bahwa saat penerimaan BLT, ia sedang berada di kebun. Jadi, istrinya yang pergi menerima BLT tersebut. Istrinya menjelaskan padanya bahwa ia menerima BLT sebesar Rp 1.200.000. Namun, karena kasihan dengan kondisi Wilhemus Momo yang sedang sakit, istrinya kemudian memberikan uang sebesar Rp 100.000 untuk membantu biaya pengobatan Wilhelmus.

“Saat pembagian BLT saya sedang berada di kebun. Jadi istri saya yang pergi terima BLT. Saat tiba di rumah, saya terima uang BLT dari isteri saya sebesar Rp 1.100.000. Karena merasa tidak puas, akhirnya saya menanyakan kepada isteri saya, berapa uang yang seharusnya kita terima. karena terus menerus saya bertanya ke istri saya, isteri saya kemudian bilang kalau uang yang dia terima itu sebenarnya Rp 1.200.000. Tapi karena kasihan dengan pak kades yang masih sakit, akhirnya dia kasih uang Rp 100.000 itu ke pak Kades untuk membantu pengobatan pak Kades”, ungkap Wenslaus.

Untuk diketahui, Wilhelmus Mo, Kepala Desa Golo Meleng, sudah beberapa bulan terakhir mengalami sakit strok ringan sehingga membuatnya kesulitan melakukan aktivitas seperti biasanya.

(Red/Iren Antus)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait