MPI, Madina – Secara visual berbagai aset Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara (Sumut), ditinjau dari berbagai sudut dalam wilayah kabupaten setempat, para oknum kepala sekolah (Kasek) membelakangi program item pemeliharaan sarana prasarana sekolah untuk aktualisasi perawatan ringan ataupun yang lainnya. Dimana yang semestinya dapat dicadangkan dari anggaran dana Bos tersebut, hingga kini berujung minim perhatian aset serta timbulnya kevakuman tentang hal itu. Hal ini juga tervisul langsung awak media, Rabu (09/10/2024).

Disamping itu pada tinjauan ormas, pada bulan jelang Pilkada serentak tahun 2024 ini, schedule waktu yang dengan dugaan bermuara dari Dinas Pendidikan (Disdik) Madina. “Dengan seiring kategori serta padatnya kegiatan, hingga ditemui lokasi kegiatan dari tempat yang satu pindah tempat lainnya, tanpa diketahui sebab dan musababnya, namun kegiatan bisa berlangsung terus.” Ucap Syamsuddin Nasution selaku Ketua DPK FKI-1 kabupaten Madina.
Pada monitoring aktual yang dapat kami saksikan bahwa dugaan akan berdampak mengecilkan penggunaan biaya anggaran dana bos pada sekolah itu, hingga apa yang diprogramkan para kepala sekolah itu sendiri, juga akan sering program mereka terbengkalai ataupun tertunda. Yang secara explicit mereka selaku pengguna anggaran dana Bos itu mestinya mereka diberi wewenang penuh agar dapat kondisi aset standart,'” paparnya.
Kemudian Syamsuddin menambahkan, ”Juga menurut pantauan kami di sela-sela dan sejajar dengan waktu akan menuju Pilkada tahun ini berbagai acara para kepala sekolah, ditambah guru dengan pola Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan muatan aneka thema serta kami melihat dari awal dilaksanakannya acara itu berlokasi di wilayah kabupaten Mandailing Natal, yang pada minggu ini melambungkan acara tersebut diluar kota Panyabungan.” Imbuhnya.
“Pendapat kami, para Kasek akan minus dan terkuras waktu serta biaya untuk memperhatikan sekolah yakni tempat mereka bertugas,” pungkas Syamsuddin.
(S.Nasution)












