Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyad Minta Pengawalan Pengiriman Rangkaian EMU

MPI, Jakarta – Rangkaian gerbong Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 1 September 2022 silam, Jakarta Utara. Kereta ini dikirim dari Pelabuhan Qingdao, China, pada 21 Agustus lalu.

Dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring pada Jumat, 5 Agustus 2022 lalu, dikutip dari berita TEMPO.CO, Dwiyana Slamet Riyad Direktur Utama PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meminta pengiriman rangkaian electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Bandung Jakarta dari Cina tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mendapat pengawalan dengan baik.

“Kami harapkan agar pengiriman dari China ke Pelabuhan Tanjung Priok bisa berjalan lancar. Memastikan kepada member kontraktor agar pengiriman ini dikawal. Terutama dari Tanjung Priok ke Tegalluar,” tegasnya.

Menurut Dwiyana, direncanakan rangkaian Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) besutan Negara Tirai Bambu (China) itu setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok akan melanjutkan perjalanan melalui darat sekitar 160 kilometer menuju Stasiun Tegalluar melewati Jalan Tol Cikampek, Purwakarta menuju Bandung, Jawa Barat.

Meskipun progres proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung baru mencapai 85 persen dan menyisakan beberapa pekerjaan yang mencakup penyelesaian pembangunan tunnel, Pemerintah memastikan proyek ini akan selesai sehingga bisa dipamerkan kepada delegasi G20 lalu, sedangkan target operasi kereta cepat adalah Juni 2023.

Menurut sumber lainnya, lewat perwakilan perusahaan China Railway Presiden Cina Xi Jinping memberikan jaminannya terhadap kelancaran proyek kereta cepat. Xi Jinping juga meyakini proyek sepur kilat itu bisa rampung sesuai dengan target.**

( Red/Teddy )

Pos terkait