PATROLI INDONESIA, GARUT – Ketua Forum Pemerhati Desa (FPD), Roni Faisal Adam, melakukan monitoring penyaluran dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara tunai oleh pihak PT POS di GOR Anggada, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, pada Senin (28/2/2022). Dalam monitoring tersebut, proses penyaluran berjalan dengan baik.
Namun setelah proses penyaluran uang tunai oleh PT POS pada seluruh KPM, FPD menemukan keganjilan. Yang mana uang dari para KPM, langsung di kumpulkan di Ketua KPM, atas instruksi Kepala Desa. Yang mana dana tersebut bisa dibelanjakan di Koperasi bentukan Pemerintah Desa (Pemdes).
“Penyalurannya dana oleh PT POS sudah sesuai dengan aturan. Hanya saja setelahnya itu, dana kok bisa di kumpulkan di Ketua KPM dan dibelanjakan di Koperasi. Apakah Koperasinya sudah memiliki Bada Hukum (BH)?,” ujar Roni Faisal Adam, Senin (28/2/2022).
Dikatakan Roni, berdasarkan aturan yang dikeluarkan Kemensos, tidak boleh ada intervensi dari manapun. Termasuk dalam pembelanjaan yang dilakukan KPM sebagai penerima bantuan.
“Kita akan lihat dulu, apakah koperasi tersebut memiliki badan hukum atau tidak. Jika memang tidak memiliki badan hukum, berarti ilegal, atau sebagai kedok,” ucapnya.
Selain itu juga Roni mengaku, menerima keluhan dari KPM. Yang mana usai menerima uang, uang tersebut ditarik kembali oleh Ketua KPM. Bahkan, caranya dilakukan di jalan.
“KPM juga mengeluh, saat ditanya sudah ada intruksi dari Kades. Terkait nota pembelian akan di ajukan oleh Kades pada pusat,” cetusnya.
Sementara salah satu KPM yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan meminta, terkait pembelanjaan diharuskan ke Neng Uci. Bahkan, barangnya udah disiapkan, mau minyak, daging, beras atau sembako lainnya.
“Yang Pak Lurah panginten, tadi bicaranya joinnya dengan Pak Lurah, saat kewarung. Bahkan Bu Yeyen hapunten sudah dicarter oleh Neng Uci,” ucapnya.
KPM lainnya mengatakan, setelah uang ditarikan, baru Kepala Desa mengumumkan kalau belanja bebas dimana saja. Bahkan uang juga ditarikan di jalan.
“Setelah uang ditarik, baru diumumkan bebas belanja. Bingung kami juga,” singkatnya. (Red)












