Haul Pendiri Ke-6 dan Milad Ke-13 STIT Madina Sragen

Sragen, MPI – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen menyelenggarakan Haul Ke-6 Pendiri Yayasan Perkasa Nusantara yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-13 sebagai momentum refleksi historis sekaligus penguatan arah pengembangan institusi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus STIT Madina, Teguhan, Sragen, dan dihadiri oleh unsur yayasan, pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, alumni, jamaah rotib, serta tokoh masyarakat (11/02/2026).

Milad ke-13 menandai perjalanan STIT Madina sejak berdiri pada 21 Februari 2013 di Teguhan, Sragen. Dalam kurun waktu tersebut, institusi ini menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk meningkatnya kepercayaan publik dan kehadiran mahasiswa dari luar Jawa. Hal ini menjadi indikator perluasan daya jangkau sekaligus relevansi kampus dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Islam yang adaptif dan berdaya saing.

Ketua STIT Madina Sragen, Dr. Latifah Permatasari Fajrin, M.Pd.I., menegaskan bahwa haul dan milad harus dimaknai sebagai instrumen evaluasi dan konsolidasi kelembagaan. Ia menekankan penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta optimalisasi tridharma perguruan tinggi secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, kualitas lulusan yang berintegritas dan bermanfaat di tengah masyarakat merupakan ukuran utama keberhasilan institusi.

Ketua Yayasan Perkasa Nusantara Sragen, Hj. Sri Umiati, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kehadiran bapak dan ibu dosen, alumni, mahasiswa, jamaah rotib, serta tokoh masyarakat Teguhan. Dukungan tersebut dinilai sebagai modal sosial yang memperkokoh eksistensi STIT Madina Sragen dalam membangun pendidikan yang berakar pada nilai keislaman dan pengabdian.

Ketua Yayasan Perkasa Nusantara

Dalam rangkaian acara, Mauidoh Hasanah disampaikan oleh Kyai Achmad Tohirin, S.Pd. dalam pesannya, menyampaikan pentingnya sikap optimis dan istiqamah dalam memperjuangkan ilmu di STIT Madina Sragen. Ia mengingatkan agar seluruh civitas akademika tidak bersikap pesimis dalam menghadapi tantangan, karena perjuangan ilmu memerlukan kesabaran, keteguhan, dan keyakinan. Ia juga mendoakan agar STIT Madina senantiasa diberi keberkahan dan menjadi jalan kemanfaatan bagi umat. “Orang yang baik adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain,” pesannya, seraya berharap STIT Madina menjadi punjer ilmu di Kabupaten Sragen.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk pendiri, refleksi perjalanan institusi, serta pelantikan Presiden Mahasiswa STIT Madina Sragen sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Momentum ini menegaskan komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang partisipatif, kritis, dan konstruktif.

Pengurus BEM STIT Madina Sragen 2026/2027

Melalui peringatan haul dan milad ke-13, STIT Madina Sragen meneguhkan langkah strategisnya untuk terus memperkuat identitas kelembagaan, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Sragen.

Penulis: Sukamdi, Media Patroli Indonesia I Biro Sragen

Pos terkait