Ikrar Setia pada NKRI, Napiter Mako Brimob Siska Nur Azizah Siap Bantu Edukasi Hindari Radikalisme

MPI, Ciamis, Jawa Barat – 6 Tahun berlalu penyerangan teroris Mako Brimob Kelapa Dua, Depok oleh Siska Nur Azizah dan Dita Siska Millenia, yang dikenal sebagai “Duo Siska.” Menyimpan kisah dan cerita.

Salah satu narapidana teroris (napiter), Siska Nur Azizah yang berasal dari Ciamis, hari ini menyatakan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Mako Polres Ciamis, Rabu (3/7/2024).

Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, menyampaikan bahwa Siska telah menjalani hukuman dan menyadari bahwa tindakannya bertentangan dengan asas Pancasila dan NKRI.

“Keterlibatan Siska dalam aksi terorisme dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan suami dan keluarga saat tergabung dalam Jaringan teroris Jamaah Ansharut Tauhid (JAT),” jelasnya.

AKBP Akmal mengungkapkan, Siska sudah mengajak teman-temannya satu sirkel di JAT dan di pertemanan lainnya untuk mengikuti jejaknya dalam kembali setia kepada NKRI dan masih dalam pantauan Polres Ciamis

“Kita akan terus memantau dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kodim Ciamis dan intelijen, untuk memastikan bahwa Siska dan teman-temannya benar-benar kembali ke pangkuan NKRI,” ujar AKBP Akmal.

Pihak Polres Ciamis akan berupaya membantu Siska dan mantan napiter lainnya untuk diterima kembali oleh masyarakat.

Kapolres Ciamis menyatakan apresiasinya kepada Siska atas ikrarnya dan berharap langkah ini dapat menjadi bekal bagi Siska untuk menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya.

“Saya apresiasi kepada saudari Siska Nur Azizah karena mau berikrar setia kepada NKRI. Semoga ini menjadi bekal bagi Siska untuk diterima kembali di masyarakat dan menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya,” kata AKBP Akmal.

Dalam pernyataannya, Siska mengungkapkan bahwa ikrar kesetiaan ini merupakan hasil dari kesadaran diri sendiri dan dukungan suaminya.

Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama ini, terutama suaminya yang banyak membantu dalam proses pemulihan pikirannya.

“Dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak telah membantu saya melihat segala sesuatunya dengan lebih fleksibel dan jauh dari pandangan yang sempit,” ungkap Siska.

Siska juga berterima kasih kepada Kapolres Ciamis, Dandim 0613/Ciamis, BNPT, Kemenag, dan Dinsos yang telah membimbing dan memberi kesempatan kepadanya untuk menjadi masyarakat yang lebih baik.

“Juga kepada ibu, bapak, dan suami yang selama ini banyak memberikan saya pencerahan sehingga saya mengalami reformasi berpikir yang sangat jauh dari sebelumnya,” ungkap Siska.

Siska berharap teman-temannya bisa lebih rasional dan menghindari tindakan yang mencelakakan masyarakat serta tidak mencemarkan nama baik Islam.

Dia menekankan pentingnya pemikiran yang rasional dan bersih serta peran fasilitator dalam membantu mantan teroris memahami perspektif NKRI.

“Penjelasan harus berdasarkan sirah Nabawiyah dan ayat-ayat yang lebih detail, karena mantan teroris merasa bahwa yang mereka lakukan berdasarkan syariat Allah,” jelas Siska.

Kemudian, Siska juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah dan daerah dalam mengedukasi masyarakat agar terhindar dari ancaman radikalisme.

Ia berharap masyarakat bisa lebih kritis dan terbuka dalam berkomunikasi untuk mencapai pemahaman yang lebih baik.

Pos terkait