Jaga nama baik Instansi, Dokter Hewan Minta klarifikasi

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

PatroliIndonesia |Nagekeo, NTT – Perselisihan antar Penyedia sapi kurban dan panitia masjid Baiturrahman Boawae di kecamatan boawai sudah diselesaikan secara baik pada sabtu (01/08/20).

Persoalan yang sempat viral di media sosial Facebook beberapa waktu lalu, diposting oleh pemilik akun facebook atas nama kakai Aim yang adalah penyedia sapi kurban.

Bacaan Lainnya

Dalam postingannya, ia mengunggah seekor sapi Jantan yang hendak ia kurban, namun ia merasa kesal atas kebijakan panitia masjid Baiturrahman Boawae yang masih pungut retribusi dengan alasan membeli kantung plastik dan membayar jasa pemeriksaan daging oleh Dinas Peternakan Nagekeo.

Kepala Pelaksana Pusat kesehatan Hewan (Puskeswan) kecamatan Boawae, Drh. Ace kepada media ini menyampaikan kronologi atas tuduhan panitia pengurus masjid terkait pungutan retribusi uang sebesar 400 ribu di penyedia kurban dengan rincian 150.000 untuk pembelian kantong plastik dan 250.000 untuk jasa pemeriksaan daging oleh dinas peternakan Nagekeo itu tidak benar, pasalnya selama pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Dinas tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Persoalan ini awalnya kami lihat di facebook, dalam postingan dan komentar ada yang menyebut pemeriksaan daging oleh dinas peternakan Nagekeo dikenakan biaya, padahal seperti biasanya gratis.” Jelas Drh Ace.

Drh Ace melanjutkan, ia kemudian ditelpon oleh Kabid Keswan, Drh Frans menanyakan kebenaran apakah ada pungutan retribusi pemeriksaan daging oleh petugas di poskeswan Boawae, ternyata tidak ada dan saat itu juga ia bersama rekan kerjanya pergi temui pak Adam panitia kurban untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya.

Setelah menanyakan pak Adam, ternyata pungutan retribusi 400 ribu merupakan kebijakan murni panitia kurban yang akan digunakan sebagai operasional para pemotong hewan kurban dan membeli kantung plastik.

“Saat itu dihadapan penyedia sapi kurban, polisi dan kami sendiri, pak Adam menyampaikan permohonan maaf yang dibacakakan melalui surat pernyataan tertulis sehingga persoalan ini sudah diselesaikan secara baik.” Tutup Drh Ace.

(Red/Rln)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait