Jalan Penghubung Arjasa Hingga Pajenangger Target Pembenahan Bupati Sumenep

Patroli Indonesia | Sumenep, Jatim – Demi mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata sangat dibutuhkan pembangunan infrastruktur terutama akses jalan, karena jalan merupakan prasarana transportasi darat dan tempat perlintasan bagi orang juga kendaraan serta lainnya.

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan, dijelaskan bahwa penyelenggaraan jalan yang Konsepsional dan menyeluruh perlu melihat jalan sebagai suatu kesatuan sistem jaringan yang mengikat.

Dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan yang baik, diharapkan perekonomian masyarakat ke Pulauan Kangean khususnya Desa Pajenangger Kecamatan Arjasa dan desa sekitarnya tentunya, dengan harapan akan lebih baik karena hasil komoditas laut atau pertanian akan terkirim lebih cepat dan tepat waktu.

Salah satu jalan penghubung yang perlu perhatian adalah jalan Arjasa menuju Desa Pajenangger Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Jawa timur Madura, kondisi jalannya sudah sangat memprihatinkan sehingga tidak layak untuk dilalui armada angkutan roda empat, mengingat kondisi jalan kalau musim penghujan sangat licin dan berlumpur, sehingga Pemerintah Desa Pajenangger Suhrawi (Kades) kepada Pemerintah Daerah Sumenep, Provinsi Jawa timur maupun pusat agar supaya didengar atau diperhatikan.

Kunjungan Bapak Bupati Sumenep ke pulau kangean pada sebelumnya (05/06) telah membawa angin segar, target penanganan jalan penghubung Arjasa – Pajenangger yang sudah rusak berat dan akan disegerakan pembangunannya.

Rusaknya jalan Penghubung masyarakat berpendapat menurutnya di sebabkan karena colt diesel atau truck yang melintas yang bukan kelas Jalannya, mengingat tanah desa Pajenangger begitu labil atau tanah berlumpur, sehingga mudah sekali jalan cepat rusak, maka dari itu sebelum penanganan, perlu perencanaan matang dan tenaga teknisi handal.

Kepala Desa Pajenangger Suhrawi mengatakan bahwa beliau sudah bertatap muka dengan Bupati Sumenep dan menyampaikan soal Jalan penghubung Desa Pajenangger menuju Arjasa, kurang lebih 22 kilometer ke ujung Desa yang di bangun tahun delapan puluhan, pada masa Presiden Suharto dan tanggapan Bupati Sumenep mengatakan bahwa jalan Arjasa – Pajenangger, akan jadi prioritas atau target, sehingga pada waktu itu juga Bupati memerintahkan Kepala Bapeda untuk meninjau langsung ke lapangan .

“Jadi …. Mengenai jalan penghubung Arjasa menuju Desa Pajenangger, kami sudah menyampaikan langsung, kepada Bapak Bupati Sumenep di Kecamatan Arjasa, agar juga di dengar atau di perhatikan, jangan jadikan kami masyarakat Marginal, mengingat hasil komoditas laut dan pertanian masyarakat desa Pajenangger tidak kalah bersaing dengan masyarakat Kecamatan daratan, lagi pula dari Arjasa menuju Desa Pajenangger hanya 22 kilometer, tapi pertanyaannya kenapa begitu lambat pembangunannya jika di bandingkan dengan di darat, mereka bisa membangun walaupun tampah melihat potensi alam, maka dari itu masyarakat Desa Pajenangger seakan-akan termarginalkan.” Ujarnya pada Selasa, (7/06/2022).

“Selanjutnya, Pemerintah Desa Pajenangger dalam waktu dekat akan membentuk tim ‘Sapu Bersih Lubang’ untuk mengatasi sepanjang jalan yang berlubang dengan cara menambal dengan semin dan untuk lobang yang lebar akan ditimbun dengan batu” pungkasnya.(Gusno)

Pos terkait