MPI, Madiun – Seorang Kepala Desa adalah pimpinan tertinggi dalam pemerintahan desa dan sebagai panutan serta pembina kehidupan, ketertiban juga ketentraman masyarakat desa.
Tetapi tidak demikian dengan yang terjadi pada Kepala Desa (Kades) Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun (Lilik Indarto Gunawan, SH., M.Hum). Ia hampir saja adu fisik dengan seorang petani yang sedang mengurus sertifikat tanahnya pada Notaris Atik Prihartatik, SH., M.Kn yang belum selesai selama 10 bulan. Kejadian siang tadi, Senin (29/1/2024).

Berawal dari seorang petani bernama Basuki yang datang ke kantor notaris untuk mempertanyakan dan akan membatalkan pengajuan sertifikat tanahnya yang dijanjikan 4 bulan selesai, ternyata sudah hampir 1 tahun tidak selesai. Karena karyawan kantor notaris mengatakan bahwa ibu sedang keluar kantor (takziah), maka ia pun menghubungi via whatsapp, tapi jawabannya tidak memuaskan. Namun setelah diselidiki ternyata sang notaris ada di ruangannya.
Adapun jumlah dana yang masuk sudah Rp. 17.750.000,-. Dengan rincian Rp. 9.250.000,- untuk biaya balik nama dan pajak tertanggal 24/03/2023 dan Rp. 8.500.000,- untuk biaya ganti blangko dan turun waris – pembagian waris tertanggal 23 Oktober 2023. Bahkan pada 31/10/2023 si petani diminta untuk membayar sebesar Rp. 15.000.000,- untuk biaya percepatan dan keberatan pajak, tapi dana itu belum sempat dibayarkan.
Disaat sedang menunggu sang notaris didepan kantornya, tiba-tiba datanglah Kepala Desa Ngale yang mengaku dihubungi istrinya dengan marah-marah kepada si petani tersebut. Bahkan hampir terjadi baku hantam.
Usut punya usut ternyata si Kepala Desa tersebut setelah menerima informasi yang salah dari istrinya (notaris) langsung menuju kantor dan salah sasaran. Seharusnya ia mengajari sopan santun bertanya. Atau menanyakan dulu baik-baik pada orang tersebut.
“Dia datang terus marah-marah dan bertanya yang tidak jelas. Saya sudah kesel nunggu ian jadi ikut emosi mas. Apa mentang-mentang dia pakai seragam Kepala Desa saya dikira takut. Posisi saya tidak salah ya saya berani mas,” ujar si petani.
Hampir bersamaan seorang masyarakat (MAS) mengatakan, “Mbah Lurah itu sepertinya pengguna narkoba lho mas. Banyak yang bilang begitu”.
Selanjutnya tim akan konfirmasi ke BPN terkait proses pengurusan Sertifikat tanah. (bersambung)
(Harry22)












