Kepulangan PMI, TNU Ende Himbau Warga Tetap Tenang Dan Tidak Terprovokasi

Patroliindonesia.com |Ende – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat akan menerima kembalinya ribuan pekerja Migran Indonesia (PMI) ke wilayahnya masing-masing. Jumlah PMI asal Kabupaten Ende adalah 800 PMI.

Berkaitan dengan hal ini, ketua Tandwidzia Nahdatulah Ulama (TNU) Kabupaten Ende, Usman Abdul Hamid menghimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal – hal yang tidak bertanggung jawab, karena soal kepulangan PMI itu tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pamerintah daerah dan beberapa LSM terkait.

Bacaan Lainnya

” Kepulangan PMI ini menjadi tanggung jawab bersama, semua stackholders siap bergandengan tangan untuk menerima dan perkuat koordinasi serta memperlakukan sesuai dengan protokoler kesehatan yang ada.” Ungkap Usman kepada sejumlag Awak media di Halaman Kantor Bupati ,Senin (09/06/2020).

Usman juga berharap kepada pihak pemerintah untuk dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar nantinya tidak ada reaksi ketika para PMI kembali ke kabupaten Ende

“Sosialisasi itu penting agar tidak ada stigma bagi PMI kita yang datang nantinya, karena apapun alasannya mareka mareka itu adalah saudara – saudara kita juga” Ungkap Usman Hamid

Pemerintah akan menerapkan sesuai protokol kesehatan yang ada, jadi tidak ada alasan untuk tidak terima mareka, apalagi mareka itu juga saudarah – saudarah kita juga jadi wajib kita perlakukan mareka secara baik

“Prinsipnya kita saling dukung agar agenda besar ini dapat kita atasi secara baik, tentu wajib melakukan sesuai protokol kesehatan yang ada” Tutup Hamid.

Untuk diketahui, PMI yang kembali ke NTT kurang lebih 5000-an oran dan pulang akan melalui empat pintu utamaantara lain, pintu masuk Kota Kupang, Sumba, Labuan Bajo dan Sikka. Pintu masuk para PMI ini baik melalui penerbangan udara dan laut.

Masing-masing PMI yang akan tiba di empat pintu masuk ini, akan dijemput masing-masing tim gugus kabupaten asal dengan protap penanganan covid-19. Mereka nantinya akan menjalani masa karantina selama 14 hari di kabupaten masing-masing.

Laporan Kontributor Patroli Indonesia : (Paschal Bani)

Pos terkait