Patroli Indonesia.com, Garut – BPN Garut permainkan Kabiro media Patroli Indonesia Garut, termasuk Wartawan senior di Kabupaten Garut, yaitu H Ujang Selamet. Ia mendapatkan perlakuan tidak layak dari seorang pejabat setingkat Kasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Garut. Kasi BPN tersebut bernama Iman itu dengan sengaja mempermainkan H. Ujang Selamet, Selasa (5/7/2022) kemarin.
Hal itu diungkapkan H. Ujang S kepada Redaksi.
Lanjut H. Ujang, jauh hari sudah janjian sama Kasi Iman, setiap mau menghadap selalu tidak ada di tempat, begitu sebaliknya giliran saya sedang sibuk dia ada di kantor.
“Janjian sama Kasi Iman belum pernah ada/ketemu pada saat datang ke kantor BPN. Begitu juga sebaliknya, tetapi ketika saya merapat ke kantor, dia hanya melambaikan tangan pada saya,” ucap H Ujang, di ruang redaksi, Ciamis, Rabu (6/7/2022).

(Saya itu kalau bahasa sunda nya dipelak), Dikerjain di suruh nunggu tapi dia tidak keluar-keluar. Saya merasa tidak di hargai lalu balik kanan saja, sambung H. Ujang.
Dikatakannya, dia sangat kecewa dengan Kasi BPN bernama Iman itu. Padahal seorang pejabat tidak layak dan tidak pantas mempermainkan masyarakat yang tengah memohon untuk bertemu, yang notabene H. Ujang adalah seorang jurnalis di Kab. Garut.
“Jadi keperluan saya itu adalah sebagai kuasa dari pemohon untuk membuat sertifikat yang di delegasikan pada tgl 20 Juli bulan Agustus tahun 2021. Perasaan saya semua syarat sudah saya tempuh, lalu dimana kurangnya,”? dengan nada kesel dilontarkan ke Redaksi.
Menurutnya, dikarena proses pembuatan sertifikat itu begitu lama sedangkan saya sudah membayar surat perintah setor (SPS), bahkan Resi bukti pembayaran pun ada pada Saya, pada bulan Agustus 2021 sampai sekarang tahun 2022 tetapi sertipikat belum beres-beres.
“Saya memposisikan diri sebagai masyarakat bukan sebagai jurnalis, saat pemohon untuk mendapatkan pelayanan publik. Kenapa sikap seorang pejabat seperti itu,”? Cetusnya H Ujang.
Yang membuat H. Ujang tambah heran, pihak BPN ini selalu mengirimkan surat kepada pemohon atas nama. Seolah BPN ini tidak mau berurusan dengan nama H. UJang sebagai pihak yang diberi kuasa.
“Apakah mereka tidak menghargai materai sebagai dokumen negara,” ujarnya.
H. Ujang pun menaruh curiga, ada apa gerangan yang membuat BPN selalu ingin bertemu langsung dengan pihak atas nama? Kuat kecurigaan H. UJang bahwa di sini ada niat terselubung yang diingikan pihak BPN.
“Memang selama ini kental dan sudah santer kiranya BPN bermain kurang sehat dalam pelayanan dalam pertanahan,”tutupnya.
(Tim)












