Klarifikasi Yurianto Atas Kontroversi Penanggulangan Covid-19 Dari Si Miskin dan Orang Kaya, Berikut Kritikan Politisi Fadly Zon

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroliindonesia.com |Jakarta – Klarifikasi Achmad Yurianto Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 atas pernyataan si kaya dan si miskin yang kontroversi.

Menyadari pernyataannya tentang ‘si kaya dan si miskin’ dalam suatu konferensi pers dalam penanganan Covid-19 telah memicu kontroversi yang menjadi viral diberbagai kelompok masyarakat dan juga masyarakat umum khususnya netizen di medsos.

Bacaan Lainnya

“Saya sadar bahwa pernyataan saya pasti dipotong-potong dan diviralkan agar heboh. Secara lengkap, padahal saya meminta orang kaya peduli sama orang yang harus bekerja harian di luar rumah, Karna mereka rentan sakit,” kata Yurianto dalam pesan tertulisnya. Minggu (29/03/2020).

Pidato Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto pada Jumat, 27 Maret 2020 memicu kontroversi di media masa dan media sosial hingga mendapat kritikan dari Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon dan beberapa Anggota Fraksi Partai lainnya karena telah mengaitkan kalimat orang miskin dan orang kaya di Indonesia dengan wabah virus Corona.

Pidato Achmad Yurianto juga mengundang perhatian seluruh masyarakat. Pasalnya, pernyataan itu dinilai tidak etis diungkapkan saat Negri ini dilanda wabah virus Corona.

Namun yurianto menyanggah kalimat viralnya, “Saya ilustrasikan banyak orang kaya yang membantu kebutuhan sembako harian orang miskin, sehingga mereka tidak perlu lagi keluar rumah untuk mengurangi risiko terular penyakit.

“Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya,” ujar Achmad Yurianto seperti dilansir dari akun YouTube BNPB Indonesia. (Red/Joe)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait