Kronologi Persekusi Anggota PSHT Cabang Sidoarjo, Pengurus: Siswa Ditendangi, Dicekik dan Dirampas Sakralnya

  • Whatsapp
Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroli Indonesia, Sidoarjo – Sekelompok massa kurang lebih 100 orang yang diketahui dari Kelompok Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PPSHTPM) melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) P16.
Peristiwa penyerangan tersebut terjadi di Rayon Bligo, RT 09, Desa Bligo, Kec. Candi, Kabupaten Sidoarjo. Pada hari, Jumat (6/11) Malam.

Berikut kronologi dan penjelasan atas dugaan persekusi yang diterima redaksi patroliindonesia.online dari Arif pengurus PSHT Cabang Sidoarjo

Bacaan Lainnya

1. Pada Jumat 6 November 2020 pukul 21.00. Agenda latihan rutin PSHT di Rayon Bligo total siswa sebanyak 15 orang dan 1 orang pelatih tetap, semua siswa adalah penduduk RT 09 RW 04 di Desa Bligo, Kec. Candi, Kabupaten Sidoarjo. Acara latihan berjalan kondusif.

2. Sekitar Pukul 21.30 lewat, Kurang lebih 100 orang dari masa PSHTPM mendatangi tempat latihan dengan tidak sopan atau tidak beretika. Masa tersebut datang dengan bahasa kasar ’’AYO SAMBUNG’’, ’’ADA IZIN GAK LATIHAN DISINI ’’ dan meminta Legalitas PSHT. Akhirnya Pelatih pulang untuk mengambil Surat-surat yang diminta masa dari PSHTPM.

3. Disaat Pelatih pulang kerumahnya untuk mengambil Surat-surat Perizinan. Disitulah mulai terjadi aksi persekusi kepada siswa (ditendangi, dicekik dan dirampas sakralnya/baju latihan dengan bahasa kasarnya ’’COPOTEN KLAMBIMU NEK GAK KEPINGIN MATI NANG KENE’’ serta Warung Kopi milik dari salah satu siswa dijarah dagangannya berupa Rokok Surya 12 sebanyak 10 bungkus dan rokok-rokok yang berada di teras warung punya siswa juga di angkut semua, teriak-teriak di gang kampung mengakibatkan orang kampung warga RT 09 RW 04 resah dan keluar PSHTPM

4. Setelah berlangsung selama 30 menit, Rombongan dari Polsek Candi datang beserta Kasat intel Polresta Sidoarjo dan rombongan dari PSHTPM bubar sedikit demi sedikit dan anggota dari pihak PSHT dan Korlap Sidoharjo datang untuk meminta keadilan dengan kejadian tersebut.

5. Lau terjadi mediasi antara Kasat Intel Polresta Sidoarjo dan Kapolsek Candi, tidak ada titik temu. DemiDemi kenyaman warga desa Bligo terutama warga RT 09 RW 04, akhirnya saudara-saudara Korlap Sidoharjo dan pihak PSHT diarahkan untuk lanjut mediasi di Kantor Polsek Candi.

6. Sesampainya di Polsek candi pihak PSHT ditemui Pasukan Sabara Polresta Sidoarjo dan hadir juga Kapolresta Sidoarjo untuk melakukan mediasi antara PSHT dan PSHTPM.

7. Jelang tengah malam, setelah menunggu lama dari pihak PSHTPM tidak kunjung hadir padahal Kapolresta Sidoarjo sendiri yang telfon langsung ke pihak PSHTPM (Ketua Cabang PSHTPM Sidoarjo, MURSITO).

8. Mediasi berlanjut panjang, kemudian pihak PSHT meminta pertanggungjawaban Kapolresta Sidoarjo sebagai pemangku hukum di Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo siap menindak tegas terhadap pihak PSHTPM karena selalu membuat onar dan resah di Wilayah Kabupaten Sidoarjo.

9. Menyikapi agar tidak berkelanjutan Kapolresta Sidoarjo memberikan saran, meminta sementara latihan di Rayon Bligo dibekukan dulu dan Kapolresta Sidoarjo akan mendatangi langsung ke pihak PSHTPM(Rumah kediaman Ketua Cabang PSHTPM yang berkedudukan di Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, MURSITO) pada hari Sabtu, (7/11).

10. Untuk langkah selanjutnya, Kapolresta Sidoarjo menegaskan akan memanggil kedua belah pihak untuk membuat Kesepakatan Bersama lagi ( yang sebelumnya pernah dibuat dan mereka selalu melanggarnya) pada hari Senin (9/11) di Kantor Polresta Sidoarjo.

11. Kapolresta Sidoarjo beserta Jajarannya menemui masa PSHT dan pada intinya untuk menyelesikan permasalahan kedua belah pihak dan masa PSHT meminta jaminan keamanan tempat latihan PSHT di Seluruh Wilayah Kabupaten Sidoarjo.

12. Setelah ada kesepakatan jaminan penyelesaian masalah PSHT yang didatangi dan dibubarkan oleh Pihak PSHTPM di Rayon Bligo Ranting Candi oleh Kapolresta Sidoarjo dan Jajarannya, masa PSHT membubarkan diri dengan tertib.

“Dari semua korban Perkusi adalah siswa PSHT Cabang Sidoharjo. Diantarany, Korban sakral atas nama David, korban yang ditendang atas nama Sudar, korban yang dijarah warung Kopinya atas nama Rouf Para saksi atas nama Wahyu, Ivan, Maliki, Rouf, David, Sudar, Lukman, Yono, Haidar, Mul,” jelas Arif saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.(as)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather

Pos terkait