Patroli-Indonesia.com, Kubu Raya, Kalbar – Rombongan peserta PPRA 63 berkunjung ke Desa parit baru guna laksanakan SLISN, Desa parit baru kecamatan Sungai raya kabupaten Kubu raya merupakan sebagai Desa Mandiri. Kamis (16/06/2022).

Kunjungan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI disambut langsung oleh Bupati Kubu raya Muda Mahendrawan.
Muda Mahendrawan mengatakan, bahwa ketahanan nasional desa sangatlah penting untuk memperkuat masyarakat.
“Untuk mencapai hal tersebut kemandirian desa sangatlah penting untuk pelayanan publik. Kita telah membuka dan melakukan penguatan itu semua, agar sesuai tepat sasaran ke masyarakat,” jelasnya Muda usai menerima kunjungan SLISN dari Lemhanas di Desa Parit Baru.
Lanjutnya Bupati Kubu raya berharap agar pemerintah pusat tidak melakukan pengurangan dana desa terhadap desa Mandiri.
” Kalau bisa tidak dikurangi, walaupun ada aturannya. Di khawatirkan mereka tidak akan lagi melakukan pendataan khususnya bagi desa yang belum berstatus Mandiri,” harapnya.
Muda menambahkannya, pihaknya sudah memberikan masukan dan harus ditindak lanjuti dengan sistem data dan informasi yang benar-benar faktual.
“Nanti akan jadi status mengejar gengsi, status saja yang jadi masalah utama tidak hanya mandiri dan maju. Tapi yang terpenting bagaimana tatanan pemerintahan, capaian-capaian contoh seperti IPM-nya, stunting dan bagaimana hal-hal yang menyangkut pelayanan publiknya apakah lebih baik, terutama UKM nya, sehingga ekonominya benar-benar diperhatikan, jangan hanya status tapi itu benar-benar real, faktual dan tidak hanya formalitas,” harapnya.
Sementara Sekretaris Utama Lemhanas, Komjen Pol Purwadi Arianto mengatakan, bahwa desa parit baru layak menjadi percontohan, karena sudah banyak masyarakat menggunakan teknologi, mampu menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi masyarakat pasca Covid-19, sehingga bisa kembali normal” apalagi ukurannya desa ini masih tergolong baru,” ungkapnya.
Kunjungan Sekretaris Utama Komjen Pol Purwadi Arianto bersama rombongan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 63 melakukan SLISN.
Komjen Purwadi mengaku sangat terkejut mendengar paparan Kepala Desa Parit Baru menjadi Desa Mandiri.
Purwadi mengatakan, konsep yang dijalankan Desa Parit Baru dapat menjadi barometer untuk ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan yang meliputi aspek geopolitik,ekonomi,sosial dan budaya.
“Desa ini dengan daya lenturnya kembali menyesuaikan alam dan potensi yang ada. Tentunya ini berkat dukungan dan pembinaan dari Bupati yang telah membangun Sinergitas,” tuturnya.
Selanjutnya kepala desa parit baru, Musa mengatakan dijadikannya desa yang dipimpinnya sebagai desa percontohan merupakan tantangan untuk meningkatkan kapasitas.
“Kami akan terus melakukan evaluasi mendalam terhadap IDM yang belum terpenuhi dari 52 IDM yang terpenuhi ini akan kami minta bantuan ke pendamping desa untuk supaya bisa ditingkatkan,” tutur Musa.
Salah satunya mengenai keterbukaan informasi publik seperti yang dipertanyakan peserta PPRA Lemhanas yang belum maksimal. Ini akan kami evaluasi lagi bersama Tim meskipun kami sudah ada website,” janjinya.
Musa menyampaikan, pihaknya berusaha keras merubah wajah parit baru untuk mendukung IDM desa mandiri. Diantaranya jalan lingkungan yang sekarang tersisa 500 meter belum mantap.
Termasuk pengentasan kemiskinan, kepala desa mengakui masih banyak warga yang tergolong miskin.berdasarkan DTKS tahun lalu masih berada di angka 1.016 jiwa, dan setelah diseleksi survei ulang tersisa 640 jiwa.
“Menurut saya ini masih tergolong tinggi, karena itu kami terus berusaha menurunkan angka kemiskinan diantaranya memberikan bantuan berupa sembako,” paparnya
Kepala desa sudah berusaha untuk melakukan proses percepatan pembangunan dan juga untuk peningkatan desa.
(Rzl/M-NR)












