Listrik Masuk Sawah Desa Ngetrep Madiun, Proyeksi Tingkatkan Produktivitas Pertanian

MPI, MADIUN – Pemerintah Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Madiun, Jawa Timur, bertekad terus mengupayakan peningkatan produktivitas hasil pertanian bagi para petani di wilayahnya. Berbagai cara ditempuh, dengan proyeksi utama tumbuhnya kesejahteraan keluarga petani.

Pandangan itu disampaikan Kepala Desa Ngetrep, Drs. Sarjono, menanggapi konfirmasi patroli-indonesia.com di ruang kerjanya, Selasa (14/5/2024).

Dia mengatakan, pihaknya telah mengerjakan pengadaan listrik pengairan sawah, dengan sasaran utama para petani di wilayahnya. Program itu sekaligus menjawab kebutuhan air bagi petani yang menginginkan pengelolaan pertaniannya tidak mengalami hambatan.

Untuk pencapaian obsesi tersebut, pemerintah desa setempat mengerahkan daya upaya pendanaan secara transparan. Dengan kombinasi melakukan kerjasama dengan pihak PT. PLN, selaku penyedia energi kelistrikan penunjang kebutuhan proyek tersebut.

Untuk mewujudkan impian itu, pemerintah desa setempat mengalokasikan dana senilai Rp. 192.500.000, dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Desa (DD). Dana sebesar itu untuk membangun sarana pengadaan listrik pengairan sawah sebanyak 35 titik, yang pembangunannya berlokasi di atas tanah kas desa (TKD).

“Perhatian kami selaku pemerintah desa kepada para petani di desa ini begitu serius. Kami perhatikan betul. Kami sadar, para petani ini sebagai ujung tombak ketahanan pangan,” papar Sarjono.

Irigasi persawahan berbasis energi listrik itu, sebutnya, merupakan kemajuan teknologi pertanian. Terobosan itu, harapnya, dapat menjadikan kerja para petani penggarap Lahan Kas Desa menjadi lebih cepat dan ringkas, dengan hasil optimal.

“Untuk mewujudkan irigasi persawahan bertenaga listrik PLN itu harus didukung semua lapisan masyarakat desa ini, utamanya para petani. Mereka wajib menjaga dan merawatnya sebagus mungkin,” pinta Sarjono.

Sementara salah seorang petani yang enggan menyebut namanya, mengaku merasa optimis dengan program listrik masuk sawah tersebut. Para petani, katanya, akan mendapat pasokan kebutuhan air secara tidak bertele-tele.

“Dengan adanya listrik masuk sawah ini, tentu para petani tidak kebingungan mengairi sawahnya. Kapan saja, siapa saja, ketersediaan air terpenuhi. Hal itu amat menunjang kerja kami sebagai petani,” akunya.

Kepada para petani, Sarjono berharap, proyek yang pengerjaannya hampir rampung itu agar terus dilakukan perawatan maksimal. Agar kelak generasi berikutnya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, tanpa bersusah payah mencari air untuk kebutuhan irigasi sawahnya. (zoell)

Pos terkait