Lurah Gondrong Tanggap Banjir, Drainase Baru Picu Genangan, Warga Minta Evaluasi Total

MPI, Kota Tangerang – Peristiwa banjir terjadi di wilayah Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, memicu perhatian serius dari warga dan pemerintah setempat. Banjir ini diduga disebabkan oleh proyek pemasangan drainase baru yang justru membuat jalur air tersumbat dan telah mengakibatkan air meluap ke rumah warga, terutama di RT.01 dan RT.03 RW.03.

Menanggapi laporan masyarakat, Lurah Gondrong, Muhlis Cahyadi, SKM., M.Si, langsung turun ke lokasi bersama Sekretaris Kelurahan (Sekkel), serta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang).

Respons cepat ini mendapat apresiasi dari warga yang merasa keluhan mereka akhirnya didengar dan ditindaklanjuti.

“Saya melaporkan kejadian ini pertama kali ke Ketua RT kami, Ustadz Romy, anak dari Abah Haji Muhyiddin tokoh masyarakat yang sangat dikenal di Gondrong. Setelah drainase dipasang, bukannya semakin aman, rumah kami malah kebanjiran saat hujan,” ungkap Ustadz Romy, warga RT 01 RW 03.

Senada dengan Surito atau yang akrab disapa Gatot, juga menyampaikan keluhannya, Rabu (20/5/2025).

“Sebelum dipasang drainase, nggak pernah banjir meskipun hujan deras. Tapi sekarang air malah masuk ke rumah karena lobang airnya tidak jelas. Yang seharusnya ada saluran, malah ditutup. Ini harusnya bisa dicegah kalau perencanaannya matang,” ujarnya.

Dugaan kuat muncul bahwa kesalahan terletak pada teknis pemasangan saluran drainase yang tidak memperhatikan kontur serta arah aliran air.

“Di sini jalur airnya beda. Kalau sistem drainase tidak disesuaikan dengan kondisi lapangan, ya seperti ini jadinya. Air malah cari jalan sendiri dan rumah warga jadi korban,” tambah Gatot.

Ketua RT 03 RW 03, Syarif Hidayatullah, juga membenarkan bahwa wilayahnya mengalami hal serupa.

“Saat hujan besar, sampah-sampah dari selokan terbawa arus dan menumpuk. Pembersihan rutin masih minim. Kalau saluran mampet, otomatis air meluap. Kami butuh perhatian serius dari dinas terkait,” tegasnya.

Pantauan langsung dari pihak kelurahan ke lokasi banjir menjadi langkah awal yang sangat diapresiasi masyarakat.

“Kami akan segera membuat laporan resmi ke Dinas PUPR dan minta evaluasi teknis dari pelaksana proyek. Jangan sampai pembangunan infrastruktur yang niatnya baik, malah merugikan warga,” ujar Lurah Muhlis Cahyadi saat diwawancarai di lokasi.

Warga berharap, setelah adanya perhatian dari kelurahan, tindak lanjut yang nyata segera dilakukan. Tidak hanya dengan evaluasi teknis drainase, tapi juga perbaikan sistem pengelolaan sampah, serta rutin pembersihan saluran air.

“Kalau bisa, tim teknis datang langsung cek desain drainase, jangan asal pasang. Warga siap bantu gotong royong, asal saluran airnya benar-benar berfungsi,” kata Ustadz Romy menutup pernyataannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa pembangunan infrastruktur harus selaras dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.

Pemerintah Kelurahan Gondrong kini diharapkan menjadi jembatan aspirasi masyarakat dalam menyuarakan persoalan ini ke tingkat kota.

Editor: Zakaria (Bang zeck)

Pos terkait