MPI, Madina – Ratusan Masyarakat Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusir paksa para karyawan PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) dari perkebunan yang diklaim milik KUD Rimbo Tuo, Pada rabu, (21/08/2024).

Pihak Koordinator aksi, Yaslan Nasution spontan berlari mengejar para Satpam yang berjaga-jaga di lokasi perkebunan sawit yang masih sengketa atau dalam peninjauan ulang oleh BPN Madina dan disalami oleh pihak Polda Sumatera Utara.
Dengan mengucapkan, “Tolong pihak polisi mengusir para Satpam atau karyawan PT.TBS dari lokasi ini agar tidak memancing emosi kami, woi..! Keluar kalian dari lokasi ini,” Ujar Yaslan Nasution sambil berlari mendekati para karyawan yang berjaga di lokasi perkebunan sawit yang tidak jauh dari lokasi Pabrik Sawit Milik PT.TBS itu.
Aksi kejar-kejaranpun bersama karyawan dibawah pokok sawit antara masayarakat Tapus Kecamatan Lingga Bayu Madina dengan para karyawan PT.TBS dihentikan pihak Polres Madina, bahkan Terpantau AKP Marjon Pakpahan, SH Kapolsek Natal meminta agar masyarakat jangan melakukan anarkis sambil menyarankan.
“Masyarakat Tapus jangan main anarkis jangan membuat masalah baru,” Ujar M. Pakpahan sambil berlari berusaha menghentikan para massa masyarakat Kelurahan Tapus itu dan dimana juga terpantau di lokasi tersebut plang merek bertuliskan “Tanah ini Milik KUD Rimbo tuo Tapus.”
Terpantau, Para Satpam dan Karyawan PT.TBS berlari meninggalkan lokasi perkebunan sawit yang dikleim milik masyarakat Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu bahkan terlihat banyak ibu-ibu yang berdemo membawa anak balita digendongan ataupun ditatah.
Diduga demo warga tapus sudah melakukan pelanggaran tapi masih dibiarkan dari pantauan wartawan dilapangan sudah melakukan pengusiran paksa karyawan PT.TBS dan melibatkan anak anak dibawah umur yang diduga melanggar UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan pertama atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Bahkan tampak di lokasi aksi tersebut banyak massa perempuan yang bahkan menggendong anak balita namun pihak Polres Madina tidak menurunkan Polwan dalam pengamanan aksi itu.
Hingga berita ini dibuat terlihat pihak Polres Madina masih berjaga-jaga dilokasi tersebut karena massa KUD Rimbo Tuo masih menguasai lahan yang kleim milik mereka.
(Suardi Nasution)













