Muhammad Ja’far Hasibuan Anak Angkat Kapolri Kini Jadi Inspiratif di Kalangan Pemuda Intelektual

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroli-indonesia.com JAKARTA – Setelah Momentum Sumpah Pemuda Ke-94 Tahun 2022 kemarin, Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Peneliti Kesehatan Dunia mendapat Peraihan Juara 1 di Dunia Medis.

Dirinya adalah Ilmuwan Kelas Dunia dengan segudang Prestasi yng bisa dijadikan Tokoh Inspiratif dan contoh teladan bagi semua kalangan, khususnya untuk pemuda-pemudi di Negri ini.

Bacaan Lainnya

Sebagai ilmuwan berkelas dunia dan juga penemu pencipta Biofar SS Herbal Kelas Dunia, Muhammad Ja’far Hasibuan semakin dikenal masyarakat luas dari penemuannya tentang obat-obatan herbal yang sangatlah bermanfaat bagi masyarakat.

Peraihan Juara di Hari Sumpah Pemuda tahun 2022 ini mengusung tema “Bersatu Bangun Bangsa” menurutnya menjadi hal yang memacu perjuangannya untuk bisa meraih kemenangan dengan Karya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat NKRI.

Hal itu bermakna renungan dan pelajaran berharga bagi dirinya, mengingat kegigihan pemuda-pemudi masa penjajahan dalam merebut dan mempertahankan bumi NKRI untuk meraih kemerdekaan.

Menurutnya, Inspirasi dan teladan juga bisa membangkitkan semangat pemuda-pemudi sebagai pejuang kemerdekaan masa depan agar menjadi penguat gerak langkah dalam mengisi pembangunan bangsa.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2022 ini menjadi momentum untuk bersatu dalam keberagaman, para pemuda pun mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan pemuda menjadi elemen penting bagi keberlangsungan hidup sebuah bangsa.” Jelasnya.

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akar nya. Beri aku sepuluh pemuda, nis caya akan kuguncangkan dunia.” Dirinya menirukan ucapan mantan Presiden Soekarno.

Maka sebab itu Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Tokoh yang telah Menggetarkan Dunia mengajak semua pemuda-pemudi di Indonesia menjadi jawara medis untuk bisa memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, seperti yang dilakukannya,

Ilmuwan Ja’far Hasibuan juga mendapat simpati dari para petinggi negeri, seperti Presiden RI Jokowi yang menyambanginya beberapa waktu lalu di Medan Sumatera Utara, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang sering memberikan alat penilitian kepadanya.

Setelah tiga kali mendapat kiriman alat penelitian dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, kiriman yang keempat bahan bahan Uji Coba Alat Penelitian Pembuatan Herbal Kelas Dunia, berupa bahan-bahan penelitian pun datang kembali dan diterima Ja’far pada Rabu (14/9/2022).

Meskipun kala itu di tengah hiruk pikuk kenaikan harga BBM, hal itu tak menyurutkan simpati Kapolri kepada Ja’far.

Ilmuwan Kelas Dunia , Ja’far Hasibuan menerima bantuan tersebut pada pukul 17.00 wib, sebelum magrib, di Medan Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Ja’far kepada wartawan pada Rabu (16/11/2022).

“Adapun bantuan yang diberikan ayah (panggilan akrab Ja’far kepada Kapolri), dibelanjakan dalam bentuk bahan herbal rencana dibelanjakan bahan racikan herbal Kulit luar dalam bagi manusia dan hewan lebih dari sepuluh jenis bahan local tradisional asli dari Pelosok Negeri ini.” Jelasnya dirinya yang kerap di sebut ilmuwan yang sering mengadakan pengobatan gratis tersebut.

“Biaya bahan-bahan penelitian ini dikirim lewat transfer oleh ayah angkat Kapolri, dan dibelanjakan langsung, bahan herbal ini nantinya untuk dibagi-bagikan secara gratis setelah diuji coba dengan alat penelitian yang dikirim pada 17 Agustus 2022 lalu, paling lama hasilnya akan selesai pada 2 Bulan ke depan atau paling cepat sebulan ke depan karena yang mengerjakan saya sendiri jadi butuh proses yang bersih alami dan extra hati hati,” sambungnya.

Ia pun berencana obat herbal tersebut akan dibagikan kepada warga yang berada di sekitar klinik berlokasi di Jalan Seksama Ujung, Nomor 86, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan tempat penelitian tokoh dunia peneliti kesehatan dunia Toko Obat Herbal Alisha Zhafra Medina Hasibuan dan Klinik Biofar SS dan di kirim ke masyarakat terpencil pelosok negri bagi masyarakat yang membutuhkannya.

“Rencana herbalnya mau dibagi-bagikan di depan Klinik Kita dan masyarakat siapapun yang butuh herbal, baik sakit luar maupun dalam, baik untuk manusia maupun hewan,” ungkapnya.

“Atas kebaikan dan perhatian Bapak Kapolri saya pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kapolri yang begitu peduli dan sangat baik kepada saya agar saya dapat terus mengembangkan potensi saya sebagai ilmuwan kesehatan berkelas dunia yang hasilnya nanti akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.

“Ayahanda Kapolri Pahlawan Penyelamat bagi kehidupan saya kalau gak ada pertolongan Allah SWT lewat perantara bapak Kapolri mungkin saya sudah tinggal di bawah jembatan dan kelaparan,” Ucapnya.

Lebihlanjut, dirinya mengatakan. “Saya ingat perjalan dulu sejak sekolah dasar mandiri, saya mencari sendiri biayai sekolah dan di dalam hidup, saya sudah terbiasa makan sekali dua hari, terkadang lebih perbanyak minum air untuk bertahan hidup. Ya saking tidak adanya dana, jadi pengalaman pahitlah parahnya lagi hampir mati, karena kelaparan tak lupa sewaktu kuliah sambil jualan roti naik sepeda ditabrak orang mabuk hancur berkeping keping dagangannya, dicuri dan tidur di emperan untuk jualan roti. Semasa kuliah pun tak pernah tidur enak, terkadang tidur di dalam kelas dikarenakan untuk mencari biaya hidup dan kuliah.” Paparnya sambil meneteskan air mata.

Namun, siapa sangka kini Ja’far mengawali semua dari nol. Dirinya pun merupakan anak yang hidup di pelosok desa di Sumatera Utara bersama 10 saudaranya, dan sebagai tulang punggung keluarganya. Atas kondisi itulah, ia berjuang dan bersaing di belahan dunia dari sejak sekolah dasar mandiri dan membiayai sekolahnya hingga jadi ilmuwan diakui dunia international.

Bahkan, setelah ia berhasil diakui sebagai seorang ilmuwan penemu Biofar SS, cobaan pun datang menghampiri Ja’far. Ia pernah menjadi korban sadis sindikat maling.

Tak hanya itu, Ja’far pun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan menuju Jakarta untuk bertemu dengan Kapolri memenuhi undangan Bapak Kapolri.

“Rencana mau diundang Pak Kapolri dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan dapat bertemu secara langsung dan berterima kasih atas kebaikan beliau,” pungkasnya.

Ja’far pun berniat sebagai penerus tokoh nasional, BJ Habibie, yang telah berjasa dalam keilmuannya dibidang pesawat.

Bahkan ia sudah di undang Dr.Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., M.B.A. yang adalah seorang pakar penerbangan, dironya anak pertama dari pasangan Hasri Ainun Habibie dan B. J. Habibie, Presiden Indonesia periode 1998–1999. Ilham habibie sangat berbangga atas prestasi nya yang telah di sumbangkan kepada negara ini.

“Kalau Pak BJ Habibie dalam bidang pesawat, saya ingin menjadi penerusnya sebagai ilmuwan dalam bidang kesehatan, dan momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-94 Tahun 2022 ini menambah semangat saya menjadi penerus beliau. Ini semua juga tidak terlepas dari dukungan Pak Kapolri selaku ayah angkatnya membimbingnya selama ini, Pak Presiden, dan semua yang mendukung saya,” tandasnya.

Harapannya terkait Hari Sumpah pemuda.

“Bagi saya ini adalah momentum saya sebagai peraih Juara Dunia yang mewakii para pemuda di Indonesia. Prestasi adalah kebanggaan atas peraihan semangat juang kita, pesan saya kepada para pemuda agar jangan takut berkarya, karena kita sudah di sumpah sebagai mana Sumpah Pemuda diikrarkan, kebanggan terlihat jelas pada segenap pemuda perumusnya.” Imbuhnya.

“Makna Sumpah Pemuda terlihat jelas dalam setiap kalimat yang mengandung semangat juang dan rasa bangga atas menjadi bangsa Indonesia. Dan makna Sumpah Pemuda selanjutnya adalah sebagai ajakan untuk menjaga keutuhan bangsa. Ini merupakan hal yang harus dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Makna Sumpah Pemuda harus ditanamkan kepada para generasu muda Indonesia sejak dini melalui pelajaran sejarah dan pendidikan kewarganeraan.” Sambungnya.

“Pengenalan sejak dini tersebut bertujuan untuk menumbuhkan sikap nasionalisme dan patriotisme bagi generasi muda. Sebab perkembangan teknologi saat ini cukup pesat sehingga berpengaruh pada pola pikir generasi muda.

Bahkan rasa nasionalisme juga sudah mulai terkikis. Apabila tidak dihadapi dengan bijak generasi muda akan kehilangan jiwanya sebagai bangsa Indonesia. Lebih buruknya, mereka akan melupakan sejarah bangsanya sendiri.” Pungkasnya saat di wawancarai wartawan di Jakarta. (As)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather
 

Pos terkait