MPI, Jakarta – Diduga ada penyimpangan kebijakan dalam pelaksanaan program pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Strategis di wilayah Sumatera dan Jawa.
Sejumlah oknum pegawai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diduga memaksa program yang seharusnya diswakelola menjadi beralih ke sistem kontraktual pihak internal Kemendikbudristek.
Achmad Sujana yang sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) meminta para pengambil kebijakan terkait, agar melakukan klarifikasi kepada wartawan. Sabtu sore (02/11/2024), di Kediamannya.
“Saya menyoroti sesuatu yang menjadi Polemik ini terkait pelaksanaan program SMK Strategis yang kembali mencuat.” Ucapnya.
Dari Informasi yang dihimpun, sejumlah oknum pegawai Kemendikbudristek diduga telah melakukan penyimpangan kebijakan dengan memaksakan program yang seharusnya dikelola secara swakelola menjadi beralih ke sistem kontraktual.
“Praktik ini diduga terjadi di beberapa wilayah Sumatera dan Jawa. Atas dugaan penyimpangan tersebut, saya berharap pihak internal Kemendikbudristek agar segera bisa memanggil para pengambil kebijakan terkait ini memberikan klarifikasi.” Kata Bang Joe’na, sapaan akrabnya aktivis Pers yang juga sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) di Media Patroli Indonesia.
“Langkah ini diambil guna memastikan bahwa program SMK Strategis berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak merugikan pihak manapun.” Imbuhnya.
Dugaan penyimpangan kebijakan dalam pelaksanaan program SMK Strategis ini dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.
“Praktik pemaksaan peralihan di sistem swakelola ke kontraktual yang dilakukan oleh sejumlah terduga oknum pegawai Kemendikbudristek dapat menghambat efektivitas program ini.
Untuk mengungkap kebenaran informasi itu, pihak internal Kemendikbudristek agar segera memanggil para pengambil kebijakan tersebut. Karena Masyarakat pun berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan tidak terulang kembali di masa mendatang.” Tutup Bang Joe’na.
( C2P )












