Oknum TNI Dugaan Penyelundupan Tanduk Rusa Ilegal Disoroti Sekjen DPP AWII

MPI, JAKARTA – Diduga oknum TNI AD di Korps Baret Merah yang saat ini bertugas di bagian Intelijen melakukan tindakan ilegal penyelundupan tanduk Rusa serta pengawetan burung cendrawasih untuk di expor ke Hong Kong dan Korea .

Dalam kegiatan ilegalnya dilakukan di sekitar daerah Sorong, Manokwari dan wilayah sekitarnya.

Disinyalir, oknum tersebut kegiatannya pernah tertangkap di tengah laut, tetapi dirinya lolos dari jeratan hukum karena ia berkordinasi dengan sopirnya 02.

Menurut sumber di lapangan, Oknum penyelundupan yang bernama Faisal alias Budi juga saat ini telah memiliki 3 (tiga) Kapal penangkap ikan berukuran cukup besar. Kapal ikan miliknya selalu melakukan rutinitas penangkapan ikan menggunakan pukat untuk mengambil gelembung ikan yang juga untuk expor ke Hong Kong dan korea.

Sebelumnya, oknum pernah bertugas di Papua, dan sekarang ditarik ke Jakarta. Kegiatannya di Jakarta pun diduga kuat hanya untuk mengelabui semua kegiatan ilegalnya yang ada di Sorong Papua dan sekitarnya. “Ya disini beliau menyamar sebagai orang susah, ikut debt kolektor yang kerap menagih utang, mengurus ini itu dan sebagainya sehingga orang tidak mengetahui kegiatan yang ada disana.” Ungkap Sumber yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

YNS (Narasum-red) lanjut menjelaskan, bahwa kegiatan usaha ilegal yang berada disana dikendalikan olah anak buahnya atau orang kepercayaan. “Jadi surat-surat dokumen kapal, dokumen perusahaan di situ pun diduga saat ini telah diamankan dengan dititipkan oleh kekasih barunya yang berdomisili di sekitar Jakarta timur, Pasar rebo dan sekitarnya.” Imbuhnya.

Usaha ilegalnya hingga saat ini masih berjalan di Sorong dan Manokwari serta lainnya. Kegiatan itu dikendalikan oleh dirinya sendiri melalui jaringan HP/Wa serta medsos dan berbagai komunikasi digital lainnya di jakarta.

Sumber juga mengatakan, anak buah Faisal yang ada di Sorong dan sekitarnya beliau juga pernah bercerita kepada dirinya. “Anak buahnya pernah bicara ke saya bahwa Faisal punya bekingan loh. Dia bilang tidak mungkin Faisal akan terjerat hukum”. Ujar YNS pada Minggu kemarin (7/9/2025), rekaman wawancara disimpan oleh Tim redaksi Media Patroli Indonesia Com.

Hingga saat berita ini ditayangkan, awak media akan berlanjut pada penulusuran dan pengembangan informasi dari pihak yang bersangkutan sebagai terduga, dan beberapa petugas dari Aparat Penegak Hukum (APH) hingga Puspomal, namun awak media mendapati pandangan dari Achmad Sujana, atau bang Joe’na sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII). Senin (15/9) disaat ia menanggapi para awak media yang dibawah naungannya.

Dirinya mengatakan bahwa hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada petugas di lokasi tersebut dan juga meminta agar petugas menindak tegas para oknum TNI apabila sudah terlihat indikasinya. **

Pos terkait