Pelaksanaan Nyadran Mundur, Masyarakat Dusun Bulung Kartoharjo Jadi Korban

MPI, NGAWI – Masyarakat dusun Bulung desa Kartoharjo Ngawi yang biasanya melaksanakan Nyadran atau bersih desa di Sendang mengaku kecewa lantaran perangkat desa (kasun Bulung) tak mau melaksanakan Nguri-nguri, tradisi yang sudah lama mengakar di desa tersebut.

Beberapa warga mengaku tahun lalu nyadran yang biasanya dilaksanakan di bulan Juli mundur di bulan Desember.

“Tahun kemarin, dilaksanakan mundur terus tiba tiba dua warga dalam 1 hari meninggal tiba tiba wallahu penyebabnya karena tidak melaksanakan nyadran tepat waktu dan juga itu empat puluh hari berurutan warga meninggal tanpa diketahui sakitnya.” Ujar beberapa warga di Sendang, Rabu (03/07/24).

Menurut pengakuan warga yang putrinya meninggal tiba tiba setelah dari sawah, Ia mengaku sangat trauma.

“Padahal kita ini kalau diajak patungan buat melaksanakan kesenian reog juga mau mau aja ini juga gak kasih hiburan reog padahal dulu dulu ada reog. kemarin sempat mundur, anak saya yang jadi korbannya, meninggal tiba-tiba saya trauma takut terjadi sesuatu disini, mbah lurah itu gak mau melaksanakan takutnya menimpa masyarakat yang gak tau apa apa,” Keluhnya.

Sampai berita ini ditayangkan , Suwarjono kepala desa Kartoharjo belum bisa dimintai keterangan. (DH)

Pos terkait