Pembunuhan Sadis Janda Anak Satu di Padalarang

Patroli Indonesia, Bandung Barat – Telah terjadi pembunuhan sadis di  Padalarang, tepatnya di kawasan Kampung Gunung Bentang RT 04 /14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada hari Minggu (8/5/2022). Seorang wanita dengan status janda beranak satu menjadi korban pembunuhan dengan cara sadis.

Korban diketahui bernama Wiwin Sunengsih (32) ia ditemukan tetangga masih hidup dengan keadaan bersimbah darah dan terkapar di jalan depan rumahnya.

Salah seorang saksi mata yang pertama melihat (Rohendi) menceritakan pada awak media patroli Indonesia, selasa 10/5/2022, bahwa korban terkapar dengan luka parah di bagian leher dan perut. Di duga korban di aniaya pelaku di dalam rumah dan sempat berjalan keluar meminta pertolongan.

“Waktu kejadian saya ada di pangkalan ojek dengan kakaknya, waktu itu saya mau nyupir jalan angkot sekitar jam 11, nah setelah itu dari atas adiknya lambaikan tangan ke Kakanya, nah saya langsung lompat ke atas, pas datang ke sana dia korban jalan kaki ke luar sambil bersimbah darah, saya tanya siapa pelakunya, “Win kunaon” (Kenapa) dia ga bisa ngomong cuma mengangkat tangan, pas saya tanya, sama si mul, dia cuma bisa menganggukan kepala”, kata rohendi.

Setelah itu rohendi bersama Kakaknya meminta pertolongan warga dan membawanya ke rumah sakit memakai mobil angkot dan setelah di tangani pihak rumah sakit selama satu jam korban meninggal dunia.

Korban di bunuh diduga pelaku mantan pacarnya seorang duda berinisial M, menurut pihak keluarga dan saksi karena 4 hari sebelum terjadi pembunuhan, sempat mengancam akan merampas nyawa korban jika tidak mau menerima pinangannya

Ternyata, tidak menyangka ancaman perampasan nyawa wiwin itu benar-benar menjadi kenyataan pada Minggu (8/5/2022)

“Saya tidak menyangka ancaman itu bakal terjadi, dan pihak Bapak korban mang ujang bersama ketua RW sempat melaporkan ancaman itu, tapi saat di tanya bukti ancaman sama pihak polsek tidak ada bukti”, tuturnya.

Terpisah menurut keterangan pihak keluarga korban Tarisyah  (adik korban), korban sempet berhubungan spesial dengan terduga pelaku, tapi sayang orang tua korban tidak merestui, dan meminta untuk memutuskannya, karena kelakuannya yang jelek, tidak di sukai warga masyarakat setempat.

“Sebelum ramadhan almarhumah sempat berpacaran dengan dia dan diputusin sama almarhumah, karena banyak berita yang jelek, ga mau punya suami pencuri, dia ga terima, sampai ngancam akan membunuh si kaka sambil bawa pisau belati, jika keukeuh tidak mau di jadikan istri”, ujarnya.

“Selanjutnya sipelaku sampai malam-malam, sampai cokel cokel jendela dan mencoret-coret pintu, akan membunuh semua keluarga, setelah itu selasa tanggal 3 pihak keluarga di antar ketua RW melapor ke polsek padalarang”, katanya.

“Untuk pihak kepolisian kami berharap bisa menangkap sipelaku secepatnya, dan dihukum seberat-beratnya karena ini perbuatan yang sangat keji”, tutupnya.

Selanjutnya tim investigasi media patroli Indonesia melanjutkan penelusuran supaya mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang, mendatangi keluarga terduga ibu dan adiknya. Menurut keterangan ibunya Mulyadi tidak ada di rumah dan tidak tau ada dimana.

“Saya ga tau dia berada dimana, kalau tau mah pasti dikasih tau, karena permasalahan ini permasalahan besar, malu sama tetangga, supaya masalah ini cepat beres, sama kami tidak di sembunyikan”, tuturnya.

Menurut keterangan keluarga adik terduga pelaku, mulyadi orangnya pendiem, tapi pihak keluarga tau mulyadi anaknya ada hubungan sama korban.

“Ka mulyadi orangnya pendiem, tapi pernah cerita sama Bapak sama mamah punya pacar orang atas, terus dia teh bilang pingin serius sama si cewenya, terus keluarga sudah sempat kesana untuk melamar, tapi pihak orang tua si cewe tidak menyukai ka mulyadi, meminta si cewenya untuk memutuskannya, tidak tau ujug-ujug ada kejadian besar begini”,tuturnya.

Di tempat terpisah kepala Desa Jaya mekar (Siti khoeriah) mengatakan dari pihak RW melaporkan ke pihak Bimas ga ke Desa karena kantor Desa masih libur, dan Bimas menyarankan untuk lapor ke polsek.

“Jadi gini, ibu juga taunya pas kejadian ini, jadi katanya itu ada keributan-keributan karena mungkin masalahnya sudah pada tau kan, itu masalah motif percintaan, nah terkait dengan laporan pihak ketua RW 14 nelpon ke Bimas ga ke Desa kan masih libur kita, pas malam kejadian kerusuhan pengancaman itu malam rabu, hari seninnya lebaran, kata Bimas menyarankan untuk melaporkan ke polsek, setelah lapor ke polsek, barang bukti belum cukup, karena cuma pembicaraan, ga ada bukti video, rekaman atau tulisan ancamannya, lalu di suruh pihak polsek untuk memusyawarahkan dilapangan, dipanggil dulu si orangnya”, ungkapnya.

“Tetapi, lanjut kades jaya mekar, si pelakunya kabur, tidak sempet dimusyawarahkan, di pantau beberapa hari tidak ada, nah muncul-muncul lagi pas kejadian itu hari minggu, ibu mau ke undangan, ketua RW 24 yang di regenerasi nelpon, katanya ada kasus pembunuhan di lokasi RW 14, lalu ibu menelpon kadus, kadus juga lagi panik, saya perintahkan untuk dibawa ke rumah sakit, supaya korban bisa di selamatkan. Setelah itu, saya ke TKP ternyata kadus sama RW 14 lagi di rumah sakit”, katanya.

Tanggapan kepala Desa jaya mekar setelah terjadinya kejadian kasus pembunuhan di wilayah jaya mekar dan sudah yang ke dua kalinya.

“Kami pribadi dari pihak pemerintahan Desa jaya mekar turut prihatin, mungkin ini krisis ahklak, walaupun kita sudah berusaha, jangan salahkan, si A, si B, karena ini salah siapa, sudah syetan aja yang merasuki, tapi mungkin ini yang ke dua kalinya, dua duanya pelaku orang pendatang, cuma beli rumah disini sama orang tuanya, dan yang sebelumnya itu orang ngontrak, tapi insyaallah pihak pemerintah akan ada upaya, untuk mengumpulkan nanti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda semua kalangan untuk berkomitmen supaya tidak terjadi kembali”, imbuhnya.

“Dan ini bukan salah A dan B ini sudah menjadi PR kita semua tidak hanya pemerintahan tapi masyarakatnya juga, untuk sekarang jangan saling cemooh mari kita semua percayakan kepada pihak yang berwajib, mudah-mudahan secepatnya pelakunya di tangkap dan di hukum seberat-beratnya”, pungkasnya. (Asep Cayana).

Pos terkait