Pringsewu, Lampung – Empat pemuda asal Kabupaten Tanggamus menunjukkan keberanian luar biasa dengan menggagalkan dugaan aksi pencurian kendaraan roda empat di wilayah Pringsewu, pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Aksi heroik ini terjadi saat keempat pemuda tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman mereka.
Kronologi kejadian bermula ketika rombongan pemuda ini melintasi sebuah jalan yang terbilang sepi. Di pinggir jalan, mereka melihat seorang pria yang duduk di atas sepeda motor dengan gerak-gerik yang menimbulkan kecurigaan. Merasa ada yang tidak beres, keempat pemuda itu memutuskan untuk memutar arah dan melakukan pengecekan lebih lanjut. Keteguhan mereka terbukti, karena mereka bahkan sempat melakukan putar balik hingga tiga kali untuk memastikan situasi yang sebenarnya.
Pada pengecekan ketiga, pandangan mereka tertuju pada bayangan seseorang yang bergerak di dalam garasi salah satu rumah warga. Tak lama berselang, sebuah mobil terlihat keluar dari garasi tersebut dengan posisi mundur. Menyadari bahwa ini adalah indikasi kuat dari sebuah aksi pencurian, salah seorang pemuda secara spontan meneriakkan kata “maling”. Seruan tersebut sontak membuat pria yang berjaga di atas sepeda motor langsung panik dan berusaha melarikan diri.
Namun, kesigapan salah satu pemuda tak kalah tangkas. Tanpa ragu, ia melompat dari kendaraan yang ditumpanginya dan berhasil mengejar pelaku yang mencoba kabur. Dengan sigap, pelaku berhasil ditarik dan diamankan di lokasi kejadian. Diduga kuat, pelaku yang berjaga di atas motor tersebut bersama rekannya yang berada di dalam garasi, telah merencanakan aksi pencurian mobil milik warga tersebut secara matang.
Teriakan “maling” yang dilontarkan oleh keempat pemuda tersebut segera menarik perhatian warga sekitar. Dalam waktu singkat, kerumunan warga berdatangan ke lokasi kejadian untuk turut serta mengamankan situasi dan pelaku. Menariknya, dari keempat pemuda yang berjasa ini, dua di antaranya diketahui merupakan putra dari anggota aktif Polres Tanggamus. Meskipun demikian, keberanian mereka dalam menggagalkan aksi kejahatan ini murni berasal dari inisiatif spontan atas dasar kepedulian melihat dugaan tindak pidana.
Setelah warga berkumpul dan situasi berhasil dikendalikan, keempat pemuda tersebut memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Tanggamus. Mereka bahkan tidak menceritakan detail kejadian tersebut kepada orang tua mereka karena merasa sedikit takut atas reaksi yang mungkin timbul. Kendati demikian, aksi sigap dan keberanian mereka dalam menggagalkan tindak kejahatan ini menuai apresiasi yang tinggi dari warga setempat, karena dinilai berhasil mencegah kerugian yang lebih besar bagi korban dan menjaga ketertiban di wilayah tersebut.(red/edy)












