PENUTUKAN KKN STIT MADINA SRAGEN DI DESA KALIKOBOKK

Peserta KKN STITMas

MPI, Sragen – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STIT Madina Sragen di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen resmi ditutup. Penutupan ini tidak sekadar menandai berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong perubahan sosial melalui pendekatan keilmuan dan pengabdian yang terukur serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat (13/12/2025).

BIAS di MI Miftahul Falah

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan solutif. Program kerja yang dijalankan mulai dari pendampingan pendidikan, penguatan kegiatan keagamaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan menunjukkan bahwa KKN bukan agenda seremonial semata, melainkan instrumen pembelajaran kontekstual yang rasional dan berdampak. Dalam kerangka ini, masyarakat diposisikan sebagai subjek sekaligus mitra pembangunan.

Kepala Desa Kalikobok, Widoyo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa STIT Madina Sragen. Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN STIT Madina Sragen Tahun 2025 atas pengabdian dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa Desa Kalikobok telah beberapa kali menjadi lokasi KKN dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya, yang menunjukkan keterbukaan desa serta kesiapan Kalikobok untuk menjadi desa percontohan pelaksanaan KKN di masa mendatang. Pemerintah desa juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap tekun menempuh pendidikan dan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat di mana pun berada.

Kepala LPPM STIT Madina Sragen, Burhan Ibnu Hazin, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa KKN merupakan ruang strategis integrasi antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya diuji dari aspek penguasaan akademik, tetapi juga dari sikap, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta ketajaman analisis sosial. Nilai tanggung jawab, integritas, dan kepekaan sosial menjadi fondasi karakter yang dibangun secara nyata selama proses KKN berlangsung.

Ketua KKN STIT Madina Sragen Tahun 2025, Aulia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalikobok dan seluruh masyarakat. Ia menyebutkan bahwa sambutan, dukungan, dan kebersamaan masyarakat selama pelaksanaan KKN menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa. Menurutnya, Desa Kalikobok merupakan desa yang terbuka, ramah, dan inspiratif, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata tentang makna pengabdian kepada masyarakat. Doa dan dukungan warga, lanjutnya, menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus menuntut ilmu dan membawa kemanfaatan di masa depan.

Peserta KKN STITMas

Penutupan KKN ditandai dengan doa bersama, kegiatan jalan sehat, serta penyerahan doorprize sebagai simbol kebersamaan dan keberlanjutan hubungan kelembagaan. STIT Madina Sragen menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program KKN yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dari desa, mahasiswa belajar; untuk desa, mahasiswa mengabdi.

Penulis: Sukamdi, Media Patroli Indonesia I Biro Sragen

Pos terkait