MPI, KAB. TANGERANG – Pembangunan proyek menara tower di Kampung Comrang RT 03/02, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang menuai sorotan tajam dari warga dan para pengguna jalan.
Pasal nya Proyek tersebut dinilai mengabaikan dampak lingkungan sekitar, terutama akses jalan yang sempit dan padat aktivitas warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (28/2/2026). Warga kian tersulut Emosi setelah sebuah mobil pengangkut material proyek terperosok di area lokasi pembangunan.
Insiden tersebut langsung memicu kemacetan panjang, mengingat posisi proyek berada di jalur yang sempit dan menjadi akses utama warga sekitar.
“Kalau lihat lokasinya saja sudah jelas, jalannya sempit. Truk masuk saja sudah bikin macet, apalagi sampai ada mobil terperosok seperti ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai sejak awal proyek tersebut sudah bermasalah. Sebelumnya, proyek ini juga sempat disorot karena diduga tidak mengantongi izin lengkap serta disebut-sebut melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun hingga kini, aktivitas pembangunan masih terus berjalan.
Keberadaan kendaraan berat yang keluar-masuk lokasi proyek disebut sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Selain menimbulkan kemacetan, warga juga khawatir terhadap potensi kecelakaan karena kondisi jalan yang tidak memadai untuk kendaraan bertonase besar.
“Kami ini yang terdampak langsung. Anak-anak sekolah lewat situ, warga kerja juga lewat situ. Kalau terus begini, bisa membahayakan,” tambahnya
Masyarakat pun mendesak dinas terkait serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan menghentikan sementara aktivitas proyek sampai seluruh persoalan perizinan dan dampak lalu lintas benar-benar diselesaikan.
Warga berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap keluhan masyarakat, serta tegas dalam menegakkan aturan demi menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan.
Red Nasir












