Proyek Drainase Dinas BMBK Sumut, Material Berserakan. Kontraktor Tak Hiraukan Keselamatan Pengendara

Patroli Indonesia, Palas -  Pengerjaan proyek Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Desa Paringgonan Julu, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, terkesan asal jadi. Bahkan menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan yang melintas ke wilayah Kecamatan Sosopan dan juga arah sebaliknya ke wilayah Sibuhuan.

Pantauan di lokasi, Senin (6/7), pengerjaan proyek pembangunan drainase atau gorong gorong tepatnya di jalan lintas Paringgonan, menimbulkan kemacetan lalulintas akibat tumpukan material bangunan dan bekas tanah korekan parit yang berada tepat di tengah badan jalan, sehingga terjadinya penyempitan ruas jalan.

Di lokasi pembangunan terpajang papan plank proyek bertuliskan pelaksana proyek atau penyedia jasa dilaksanakan CV Hikmah Jaya Bersama, proyek drainase dan pembuatan gorong-gorong sesuai kontrak nomor, 602/UPTJJ-GT/DBMBK/KPA/230/SP/2020, dengan nilai proyek Rp1,2 miliar.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan akibat tumpukan material seperti batu dan pasir serta tanah bekas galian parit di sepanjang jalan lokasi pengerjaan proyek tersebut menyempitkan ruas badan jalan, sehingga sangat mengganggu para pengguna jalan.

Akibat tumpukan material ini, tidak jarang menimbulkan macet dan antrian panjang,” beber Daulay warga setempat.

Bukan itu saja, kata Daulay, tumpukan material juga berserakan di badan jalan, sehingga kondisi jalan semakin sempit. Akibatnya ini menjadi ancaman keselamatan pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya yang nyaris bertabrakan di lokasi tersebut.

“Atas nama masyarakat dan penguna jalan, kami berharap Dinas Jalan Jembatan Provsu UPT Gunung Tua agar menegur kontraktor pelaksanaan kegiatan pembangunan untuk menjaga lingkungan kerja serta tidak menimbulkan gangguan terhadap penguna jalan yang mulai resah dengan keberadaaan pekerjaan pembangunan drainase ini,” tuturnya. (cp-mimbra)

Pos terkait