MPI, Labuhanbatu – Sejumlah buku tabungan Program Indonesia Pintar (PIP), milik siswa – siswi SMA Negeri Satu Panai Hulu, kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, di tangan pihak Kepala Sekolah. Kamis (11/9/2025).

Hal ini terungkap, saat salah seorang mantan siswi SMA Negeri Satu Panai Hulu, sebut saja namanya Bunga, mengatakan, bahwa buku tabungan PIP miliknya masih ditangan pihak sekolah.
“Bang, buku tabungan PIP itu kalau kita sudah tamat sekolah, apa itu memang ditinggal disekolah bg”, tanya bunga kepada awak Media saat duduk bareng bersama keluarganya membahas tentang program bantuan.
Bunga menceritakan, saat duduk di bangku SMA Negri Satu Panai Hulu, semua penerima bantuan PIP dari pemerintah, Buku Tabungannya di pegang pihak Kepala Sekolah.
“Semua kami yang penerima bantuan PIP itu, Buku Tabungannya sama pak Mulyan ( Operator ) bang. Setelah kami cairkan ke Bank BNI Aek Nabara, bukunya diminta kembali”, sebutnya.
Masih kata bunga, saat usai menjalankan pendidikan di Sekolahnya, bunga dan temannya meminta kembali Buku Tabungan PIP miliknya.
“Kami minta pernah bang, tapi tidak dikembalikan hingga saat ini. Bahkan anak tamatan di tahun 2025 ini, tetap juga ditangan pihak sekolah”, ujar bunga mengaku dirinya tamatan di tahun 2024, Rabu (10/09/2025) kemarin.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMA Negeri Satu Panai Hulu, Drs Demson Silalahi dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengaku kaget dan tidak tahu tentang hal itu.
“Saya tidak tahu tentang hal itu pak. Itu bidang operator saya, baru ini saya tahu informasi itu pak”, ucap Kepala Sekolah D Silalahi, seiring memanggil langsung operatornya (Mulyan) untuk menjelaskan.
“Iya pak, buku tabungan mereka ada ditangan saya pak. Itu mereka yang menitipkan kepada kami usai pencairan di Bank BNI Aek Nabara”, sambung Mulyan menjelaskan saat dihadapkan Kepala Sekolah bersama awak Media ini.
Saat ditanya, apa dibenarkan buku tabungan PIP milik siswa dipegang dan disimpan oleh pihak sekolah, Mulyan diam tanpa memberikan penjelasan.
Disoal kembali, berapa jumlah buku tabungan PIP yang ada di tangannya, dan mengapa tidak dikembalikan setelah pemiliknya usai menjalankan pendidikan, Mulyan berdalih buku tabungan yang dipegangnya tidak cair.
“Jumlahnya saya tidak tahu pak, nnti saya cek. Saat di kelas dua belas, PIP mereka tidak cair pak, makanya itu tidak kita kembalikan”, dalih Mulyan.
Informasi yang dapat dirangkum, semua siswa – siswi penerima bantuan PIP yang masih aktif dalam pendidikan di SMAN Satu Panai Hulu hingga saat ini, buku tabungan milik mereka, masih di tangan Pihak Sekolah.
Bagi murid yang sudah usai dalam pendidikan di tahun 2024 dan tahun 2025, buku tabungan milik siswa dan siswi masih di tangan Pihak Sekolah dengan jumlah Lima Puluh Tiga. ( MPI )












