Satu Suara untuk Perubahan: Terpilihnya Direktur Baru STIT Madina Sragen

Penyerahan SK Direktur oleh Ketua Yayasan

MPI, Sragen – Pengangkatan Direktur Baru STIT Madina Sragen resmi diumumkan dalam forum musyawarah lembaga yang dihadiri pimpinan yayasan, sivitas akademika, serta para dosen. Momen ini menjadi sejarah penting karena untuk pertama kalinya STIT Madina Sragen menetapkan jabatan direktur sebagai unsur strategis dalam penguatan tata kelola institusi. Keputusan tersebut disambut dengan antusias sebagai langkah maju menuju pengelolaan kampus yang lebih profesional dan terstruktur.

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Perkasa Nusantara Ahmad Fauzi, M.H., mengapresiasi terbentuknya struktur baru ini sebagai wujud komitmen yayasan dalam membangun perguruan tinggi yang kredibel dan berdaya saing. Menurutnya, hadirnya direktur akan mempercepat koordinasi, memperkuat manajemen mutu, serta menjamin pelaksanaan program akademik dan kelembagaan berjalan lebih terarah. Ia menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah kolektif demi kemajuan pendidikan Islam di Sragen (0112//2025).

Ketua STIT Madina Sragen, Dr. Latifah Permatasari Fajrin, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut. Ia menekankan bahwa pembentukan direktorat bukan sekadar penyesuaian organisasi, tetapi jawaban atas dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Dengan keberadaan direktur, kampus diharapkan mampu merespons tuntutan akreditasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jejaring kerja sama dengan mitra strategis.

Dalam forum tersebut, STIT Madina Sragen secara resmi menetapkan Nina Kusuma Dewi, M.Pd. sebagai Direktur pertama sepanjang sejarah kampus. Penunjukan ini disambut hangat oleh seluruh civitas akademika, mengingat rekam jejak beliau yang dikenal progresif, komunikatif, dan memiliki orientasi kuat pada inovasi kelembagaan. Para peserta forum menilai kepemimpinan beliau sebagai energi baru yang dibutuhkan STIT Madina untuk melangkah ke tahap perkembangan berikutnya. Semoga Direktur STIT Madina Sragen Nina Kusuma Dewi, M.Pd. dapat mengemban amanah ini dengan baik dan penuh kelancaran.

Dalam pernyataanya, Direktur terpilih menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral untuk menata lembaga secara lebih sistematis, akuntabel, dan kredibel. Ia menekankan pentingnya budaya kerja kolaboratif, integritas akademik, serta pelayanan pendidikan berorientasi mutu sebagai pondasi utama perubahan. Ia juga mengajak seluruh unsur kampus untuk bergerak bersama tanpa melepaskan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh lembaga.

Para dosen turut memberikan tanggapan positif terhadap pengangkatan ini. Mereka menilai bahwa keberadaan direktur akan memperkuat arah kepemimpinan dan memperjelas alur manajemen internal, terutama dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penataan administrasi akademik. Para dosen berharap struktur baru ini menghadirkan kinerja yang semakin efektif, efisien, dan profesional.

Pengangkatan direktur ini dipandang sebagai momentum strategis untuk menyongsong era baru STIT Madina Sragen. Dengan adanya figur pemimpin yang fokus pada manajemen strategis, kampus diharapkan mampu memperkuat identitas kelembagaan sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Transformasi ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperluas peran lembaga dalam pembangunan daerah.

Pada akhirnya, keputusan ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan STIT Madina Sragen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi sosialnya. Dengan bersatunya seluruh unsur kampus, semangat perubahan ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur baru, tetapi bergerak menuju terwujudnya lembaga yang kredibel, profesional, dan memberi manfaat luas bagi umat serta bangsa.

Penulis: Sukamdi, Media Patroli Indonesia I Biro Sragen

Pos terkait