MPI, JAKARTA – Indonesia bakal mempunyai pabrik pemurnian dan pengolahan (Smelter) tembaga terbesar di dunia.
Smelter ini digadang – gadang mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Jika smelter ini selesai dibangun akan mengalahkan smelter terbesar dunia , smelter Guixi di China.
Smelter milik Jiangxi Copper tersebut memiliki kapasitas 600 ribu ton sebagai informasi, istilah Smelter muncul dari sebuah proses yang dinamakan smelting.
Dalam dunia pertambangan smelting adalah proses ekstraksi bijih logam murni yang ditambang dari bumi.
Pembangunan smelter di Indonesia akan dilakukan oleh PT Freeport Indonesia ,saat ini proses pembangunan smelter senilai Rp 42 triliun ini sudah mencapai 51,7 persen per Desember 2022 , ditargetkan pengerjaan tuntas pada tahun 2024.
Fasilitas pemurnian tembaga ini terletak di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
Smelter Freeport akan menjadi fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga serta pemurnian logam berharga lainnya.
Kehadiran smelter Freeport diproyeksikan bisah memproduksi 35 ton emas pertahun , dengan nilai transaksi Rp 30 triliun.
Selama proses kontruksi, smelter Freeport akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 40.000 orang, pembangunan smelter menjadi capaian penting dalam ekosistem kendaraan listrik, karena tembaga merupakan penghantar listrik terbaik.
Terlebih berdasarkan perhitungan, smelter akan dapat memproduksi sekitar 550 ribu ton tembaga.
Smelter Freeport berdiri di atas lahan seluas 100 hektare di dalam kawasan JIIPE yang dikelola oleh PT Aneka Kimia Raya.
Selain membangun smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun, Freeport juga membangun fasilitas Precious Metal Refinery kapasitas 6000 ton pertahun.
Ada juga produk sampingan smelter tersebut yaitu asam sulfat untuk pabrik pupuk dan Petrokimia Gresik.
Selain itu, ada juga pembangunan fasilitas desalinasi air laut untuk memasok kebutuhan air smelter dan pelabuhan untuk bongkar muat hasil produksi.
Pembangunan smelter Freeport juga bagian penting perjanjian divestasi saham Freeport kepada Pemerintah Indonesia.
Dalam perjanjian tersebut, Freeport ditargetkan membangun smelter dalam kurun lima tahun alias paling lambat 2023.
(Gs/tim)












