MPI, Sragen – STIT Madina Sragen menyelenggarakan kegiatan Stadium General pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Pendidikan Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Karakter Religius Kepemimpinan pada Calon Pendidik Gen Z.” Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dan diikuti oleh mahasiswa dari program studi S1 Manajemen Pendidikan Islam, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Kegiatan akademik tersebut menjadi ruang intelektual bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendidikan akidah akhlak sebagai fondasi dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda, khususnya bagi calon pendidik di era generasi Z yang penuh dengan tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, Ketua STIT Madina Sragen, Dr. Latifah Permatasari Fajrin, menyampaikan bahwa pendidikan akidah akhlak memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik. Menurutnya, generasi pendidik masa depan tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, keteladanan, serta nilai-nilai religius yang kuat sebagai landasan dalam menjalankan tugas pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan stadium general ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat wawasan keilmuan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada mahasiswa. Dengan demikian, lulusan STIT Madina Sragen diharapkan mampu menjadi pendidik yang profesional, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Acara menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. Janarko, S.Pd.I., M.Pd. bertindak sebagai pemateri pertama yang mengulas peran strategis pendidikan akidah akhlak dalam membangun integritas, keteladanan, dan kepemimpinan moral di lingkungan pendidikan. Dalam paparannya disampaikan bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik.
Sementara itu, Burhan Ibnu Hazin, S.Th.I., M.Pd. sebagai pemateri kedua menekankan pentingnya penguatan karakter religius sebagai pondasi kepribadian calon guru. Menurutnya, pendidikan akhlak tidak cukup hanya diajarkan secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui praktik kehidupan sehari-hari sehingga menjadi teladan nyata bagi generasi muda.
Pemateri ketiga, Siti Rochmahtun, S.Pd., M.Pd. menguraikan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan karakteristik Gen Z. Ia menegaskan bahwa generasi ini memiliki kecenderungan adaptif terhadap teknologi, sehingga strategi pendidikan akhlak perlu dikemas secara kreatif, komunikatif, dan kontekstual agar nilai-nilai religius dapat diterima dengan baik.
Diskusi akademik dalam kegiatan ini dipandu oleh moderator Felany Henrianti Priyono, M.Pd, yang mengarahkan jalannya dialog secara dinamis dan interaktif antara narasumber dan peserta.
Melalui kegiatan stadium general ini diharapkan mahasiswa STIT Madina Sragen semakin memiliki kesadaran intelektual dan spiritual sebagai calon pendidik masa depan. Pendidikan akidah akhlak dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk kepemimpinan yang berintegritas, berkarakter religius, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi akademik kampus serta komitmen bersama dalam mencetak generasi pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Penulis: Sukamdi, Media Patroli Indonesia I Biro Sragen












