Tak Main – Main, Ini Alasan Usman (Ketua SBMI) Botakin Rambut Panjangnya

MPI – Lombok Timur, NTB – Usman, S.Pd. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat akhirnya penuhi nazar potong rambu hingga hampir Botak.Pada awalnya sempat menunda potong rambut karena dirinya menunggu setelah hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1444, Senin (24/04/2023).

“Ya, awalnya memang sempat menunda karena sudah masuk bulan puasa,” kata Usman. “Jadi sengaja saya menunggu hingga setelah hari raya. Mengingat ini memang menjadi sebuah nazar/niatan yang bakal cukur rambut sampai habis,” tuturnya.

“Permasalahan calon Pekerja Migran Indonesia asal NTB tujuan Polandia yang gagal diberangkatkan oleh Oknum PT tersebut menjadi masalah sehingga saat itu terfokus kepada pengawalan dan membantu para korban untuk segera mendapatkan kembali dana mereka. Selama setahun lebih kami dampingi.” Sambung Usman.

“Alhamdulillah sudah selesai pengembalian uang CPMI dan Ijin PT tersebut sudah berhasil di cabut, dengan No 69 tahun 2023 tentang pencabutan perijinan Berusaha berbasis resiko PT Bagoes Bersaudara Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada 11 April 2023,” ungkapnya.

“Seumur hidup saya tidak pernah membuat Nazar seperti ini,(katanya). Apalagi ini masalah hal yang berbeda, bukan masalah keluarga.Ia Usman juga sempat merasakan takut untuk membuat niatan nazar seperti ini, takut akan tidak bisanya tersampaikan atau terpenuhi, tapi Alhamdulillah sekarang sudah dilakukan juga. Terpenting niat kita dalam hal apapun demi kemaslahatan. Selagi kita masih di percaya dan dibutuhkan oleh masyarakat/orang lain ya harus di jaga dan harus juga kita buktikan , Alhamdulillah sudah terlaksana,” Papar Usman.

Sejak mendampingi Calon PMI Polandia dari bulan September 2021 lalu, sudah selama setahun lebih pada bulan pebruari 2023, mulai dari melakukan kordinasi dengan kepala cabang PT BB, instansi terkait, melakukan 3 kali hearing ke pemda, 6 kali bersama CPMI turun demonstrasi menyampaikan aspirasi dan sekaligus menyuarakan meminta Pemda Lombok Timur agar merevisi atau mengamandemen Perda tentang TKI karena tidak sesuai dengan UU no 18 tahun 2017.

“Alhamdulillah sekarang Lombok Timur telah memiliki Perda no 5 tahun 2021 tentang Perlindungan PMI Lombok Timur,” pungkasnya.

Saat itu ia telah mengubah penampilan gaya rambutnya yang mulanya terbiasa dengan ciri khas rambut gondrong kini di hari yang baik, hari kemenangan sudah tidak lagi ada Usman Gondrong.

Saat Usman pernah menjadi bagian dari PMI di Negara Malaysia rambutnya selalu panjang bahkan sampai pinggang dan sekarang karena telah sukses mendampingi sebanyak 212 Calon PMI Polandia yang selama setahun lebih, ia bernazar bahwa saat selesai permasalahan ini barulah dirinya akan potong rambut.Hari inipun Usman sudah membayar Nazarnya dengan memotong rambut hampir botak.

Editor : den.lombok
by : admin

Pos terkait