Patroliindonesia.com, Ciamis – Tim Mobile Social Rescue (MSR) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ciamis memberikan santunan kepada Ashylla Fitriani yang menderita penyakit Epilepsi (Ayan). Santunan tersebut diserahkan langsung oleh salah seorang anggota ACT Ciamis di rumah Ashylla, Senin (16/05/2022).
Ashylla Fitriani yang sudah lama menderita penyakit Epilepsi itu merupakan anak dari pasangan Saeful Hoer (37) yang bekerja sebagai tukang bengkel dan Dian Andriyani (40) yang sehari-harinya berdagang menjajakan makanan seperti gorengan ke sekolah-sekolah. Keduanya merupakan warga Dusun Citutut, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Salah seorang perwakilan dari ACT Ciamis, Andra mengatakan santunan yang diberikan kepada keluarga Ashylla tersebut merupakan bentuk kepedulian ACT kepada Ashylla. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka.
“Insya Allah kedepannya kami akan memberikan bantuan pengobatan untuk mengatasi penyakit Epilepsi yang diderita Ashylla. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Saeful, terutama adik Ashylla,” ucapnya.
Dijelaskan Andra, perjuangan Saeful dan istrinya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan medis anaknya yang terkena penyakit sangat luar biasa. Saeful dan Dian tidak pernah mengeluh menghadapi semua cobaan dalam hidup mereka.
“Saat ini mereka memerlukan uluran tangan untuk biaya pengobatan dan suplemen kesehatan bagi anaknya, juga untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Arman.
Sementara itu Dian mengucapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima keluarganya, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya melalui ACT. Dian juga berharap agar anaknya Ashylla dapat sembuh dari penyakitnya.
“Terima kasih kepada ACT yang telah menyalurkan bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan semuanya, aamiin,” ungkapnya.
Dian juga menjelaskan bahwa pendapatan dari hasil buruh bengkel suaminya dan hasil dirinya menjual gorengan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga untuk kebutuhan medis anaknya pun tidak mampu mencukupinya.
“Ya rata-rata per hari kurang dari Rp.50ribu, jangankan untuk kebutuhan medis Ashylla untuk kebutuhan sehari-hari juga kami masih kekurangan,” pungkasnya. (Nank Irawan)













