Aturan migas “, OMPONG”, Rakyat Garut “, MENJERIT”, Gas Melon Tak Kunjung Jinak, Harga Subsidi Tembus Rp30 Ribu

MPI, Garut Jabar –Rakyat Garut menjerit dengan melejitnya Harga tabung gas subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” di tingkat pengecer di Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, masih tergolong tinggi meski momen Hari Raya Idul Fitri 2026 telah berlalu, Semua ini tandanya para pihak yang berada di lingkungan pemkab Garut Tumpul Dalam penerapan Aturan Gas Subsidi .

Hingga pertengahan April 2026, harga gas 3 kg di tingkat pengecer tercatat berkisar antara Rp27.000 hingga Rp30.000 per tabung. Kondisi ini dikeluhkan warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas dengan harga yang wajar. Selain mahal, ketersediaan barang di tingkat pengecer juga terbatas, memaksa mereka membeli dengan harga tinggi.

“Seminggu sebelum Lebaran harga gas jauh lebih mahal dan susah dicari. Kalau harus ke pangkalan, kami harus pakai ojek. Kalau dihitung-hitung, jatuhnya sama saja, jadi lebih baik beli di pengecer meskipun mahal,” ujar salah seorang ibu rumah tangga saat ditemui, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, sebelumnya pengecer sempat menyampaikan bahwa harga gas akan kembali normal setelah Lebaran, yakni di kisaran Rp20.000 hingga Rp23.000 per tabung. Namun kenyataannya, harga tetap bertahan di angka Rp27.000.

“Katanya habis Lebaran bakal turun, tapi sampai sekarang masih segitu saja. Tidak ada perubahan,” keluhnya.

Di sisi lain, para pengecer juga mengaku berada dalam posisi sulit. Mereka menyebut harga dari pangkalan belum mengalami penurunan, sehingga tidak memungkinkan untuk menjual dengan harga lebih rendah.

“Kami juga sebenarnya terbebani. Harga dari pangkalan belum turun, jadi mau tidak mau kami jual Rp27.000 per tabung. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk turun langsung mengecek kondisi ini,” ujar salah seorang pengecer.

Warga dan pelaku usaha kecil berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran, agar tidak semakin membebani masyarakat kecil.

H. Ujang Slamet

Pos terkait