𝐏𝐚𝐭𝐫𝐨𝐥𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚,𝐜𝐨𝐦, 𝐒𝐮𝐫𝐚𝐛𝐚𝐲𝐚 – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jatim menggelar Manajemen Media Polda Jatim dalam “Operasi Mantap Praja Semeru 2025” bersama wartawan Pokja Polda Jawa Timur yang bertajuk “Sinergitas Humas Polda Jatim dan Awak Media Dalam Mengelola Informasi Untuk Mewujudkan Kondusifitas Kamtibmas Tahap Pelantikan Gubenur dan Wakil Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur”
Acara yang berlangsung di Mapolda Jatim, Rabu (19/2/2025) tersebut juga menghadirkan Ustad Toha Maksun didampingi santrinya. Kesempatan ini sekaligus untuk memberikan Tauziah dihadapan awak media maupun para personel Bidhumas Polda Jatim.
Dalam kesempatan ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto yang mengawali sambutannya diantaranya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan rekan awak media.
Kegiatan yang dikemas dalam obrolan santai ini bertujuan untuk menciptakan komentar-komentar positif di media.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 20 Februari 2025 akan dilaksanakan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, termasuk pelantikan beberapa Kepala daerah Kabupaten/Kota.
Untuk diketahui, bahwa pada 6 Februari 2025 lalu KPU telah mengumumkan penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil pemilihan serentak 2024.
Menjelang momentum penting ini, Kapolda Jatim melalui Bidang Humas mengajak para wartawan untuk bisa memberikan informasi yang baik dan bisa menyejukkan kepada masyarakat, sehingga stabilitas Kamtibmas di wilayah Jawa Timur bisa terkendali dengan baik.
“Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih adalah momen penting bagi pembangunan Jawa Timur. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut dengan penuh kedamaian dan semangat persatuan,” tegas Kombes Dirmanto.
Kabid Humas Polda Jatim juga meminta kepada seluruh pihak, khususnya tokoh masyarakat, tokoh agama, dan penggiat media sosial untuk menahan diri dari komentar-komentar yang bersifat mengundang reaksi seperti hate speech, hoaks, hasutan, agitasi dan lain sebagainya karena kegaduhan bias berdampak pada stabilitas keamanan.
“Mari kita sama-sama ciptakan Jawa Timur lebih sejuk dan kondusif menjelang pelantikan kepala daerah. Keamanan yang terpelihara akan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, usai ayat ayat suci Alquran dilantunkan oleh dua santri ustad Toha secara bergantian, kemudian ditutup dengan doa. (*)












