MPI, Madina – Ratusan Masyarakat Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) yang berunjuk rasa (Unras) didepan PT.Tri Bahtera Srikandi (TBS) diduga salah alamat dan diduga berujung pengerusakan yang menimbulkan kerugian PT. tersebut.

Hal itu diutarakan oleh Humas perusahaan pabrik sawit PT.TBS yang ada di kawasan Desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal(Madina)Prov.Sumatera Utara(Sumut) pada selasa, (20/08/2024).
Sekira pukul.12.30 Wib.Pihak Pabrik sawit PT.TBS yang diwakili Humas mengungkapkan,”Harusnya mereka (Massa Tapus) datangi wilayah perkebunan PT.TBS bukan lokasi pabrik sawit, sebab yang mereka ajukan dalam tuntutan itu adalah menyangkut lahan perkebunan, apa salah pabrik ini sedangkan yang mereka tuntut itu dalam keadaan proses hukum atau masih proses tahap penanganan pihak BPN dan Kepolisian” Ungkap Humas kepada Wartawan.
Humas mengaku, akibat dari aksi masyarakat Tapus yang berunjuk rasa didepan pabrik sawit PT.TBS itu membuat seharian pabrik itu terbengkalai menerima penjualan hasil sawit warga disekitar pabrik hingga warga yang bekerja bongkar muat (SPTI) di perusahaan itu.
“Kami dari pihak perusahaan merasa sangat dirugikan dalam hal ini, sebab kami dipabrik mengalami banyak kendala atas kegiatan demonstran itu bahkan pihak serikat pekerja transport Indonesia (SPTI) ikut keberatan karena dalam satu hari ini terpaksa dihentikan kegiatan mereka,” Ucapnya.
Bahkan massa yang awalnya melakukan aksi damai memaksa menerobos jalan pribadi pabrik yang sempat diblok atau ditutup oleh pihak perushaan dirusak menggunakan batu dan menyeret pagar besi tersebut memakai Dump truck colt diesel hingga terjadi kerusakan.
“Saya rasa perilaku mereka ini ada dugaan unsur pengerusakan, dan kalau masalah jalan kami tutup sementara sebab itu jalan pribadi milik perusahaan dan kami melakukan penutupan jalan untuk menghindari anarkis dan kesalah pahaman antara kami dan masyarakat yang berdemo tadi,” bebernya.
Ia (Humas) berharap permasalahan ini sesegera mungkin dituntaskan dan semoga masyarakat kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Madina dapat memahami dan memaklumi keadaan pabrik sawit PT.TBS yang tidak ada masalah dengan mereka.
“Semoga saja warga yang berunjuk rasa dapat memahami keberadaan pabrik sawit ini dan pabrik ini tidak memiliki salah kepada mereka kalaupun ada salah kami dari pihak perusahaan kami memohon ma’af,” tukasnya.
(S.Nasution)












