Khitanan Abid Alfin Hafiz Diwarnai Silaturahmi Alumni Yuppentek ’02 yang Menghangat di Bekasi Utara

MPI, Bekasi Utara – Sebuah peristiwa penuh makna dan kehangatan tersaji dalam acara tasyakuran walimatul khitan ananda Abid Alfin Hafiz, putra dari pasangan Sumarto dan Uswatun Khasanah, yang digelar di Perumahan Graha Persada Sentosa, Kaliabang Tengah, Minggu (03/05/2026).

Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur keluarga, tetapi juga menjelma menjadi ajang silaturahmi besar yang sarat nilai kekeluargaan, religius, dan kenangan masa lalu.

Ratusan tamu undangan tampak hadir, mulai dari keluarga besar, tokoh masyarakat, hingga rekan-rekan lama dari Alumni SMU Yuppentek Ciledug ’02 yang turut memeriahkan suasana. Kehadiran mereka menghadirkan nuansa berbeda, seolah membawa kembali memori kebersamaan masa sekolah yang kini terjalin kembali dalam suasana penuh kebahagiaan.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama dan tausiyah singkat yang menekankan pentingnya khitan sebagai bagian dari sunnah Rasulullah SAW serta langkah awal menuju kedewasaan seorang anak dalam ajaran Islam. Suasana khidmat terasa ketika para tamu larut dalam doa, berharap keberkahan dan masa depan cerah bagi ananda Abid.

 

Salah satu Alumni SMU yuppentek 2 Ciledug yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah Zakaria, atau yang akrab disapa Bang Zeck, perwakilan Alumni Yuppentek ’02. Dalam pernyataannya yang penuh makna, ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai spiritual yang dalam.

 

“Khitan adalah bagian dari fitrah dan sunnah Rasulullah SAW. Ini bukan hanya proses fisik, tetapi juga simbol penyucian diri dan awal pembentukan karakter seorang anak menuju kedewasaan. Kami semua hadir di sini bukan hanya untuk memenuhi undangan, tetapi untuk memberikan doa terbaik agar ananda Abid menjadi generasi yang sholeh, kuat iman, serta membawa manfaat bagi banyak orang,” ujar Bang Zeck dengan penuh ketegasan.

 

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan silaturahmi antar alumni yang dinilai semakin kuat melalui momen seperti ini.

 

“Kita dipertemukan kembali dalam suasana penuh kebahagiaan. Ini bukti bahwa persaudaraan yang dibangun sejak bangku sekolah tidak pernah hilang. Justru hari ini semakin kuat. Kita harus jaga ini, karena dari sinilah lahir kekuatan sosial dan kebersamaan,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zeck turut memanjatkan doa:

 

اللّهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا، بَارًّا بِوَالِدَيْهِ، وَاجْعَلْهُ مِنَ النَّاجِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang shalih, berbakti kepada kedua orang tuanya, dan termasuk orang-orang yang sukses di dunia dan akhirat.”

 

Sementara itu, sosok Ibu Hj. Siti Warih bersama keluarga besar turut memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa hadir menyaksikan momen penting ini.

 

“Kami sekeluarga merasa sangat terharu dan bersyukur bisa hadir di acara ini. Ananda Abid adalah amanah besar yang harus dijaga dengan penuh cinta dan doa. Kami berharap ia tumbuh menjadi anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat,” ungkap Hj. Siti Warih.

 

Lebih jauh, ia menekankan bahwa acara ini menjadi pengingat pentingnya nilai kekeluargaan yang tidak lekang oleh waktu.

 

“Kebersamaan hari ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bukti bahwa hubungan keluarga dan persahabatan harus terus dijaga. Kita semua di sini terikat oleh sejarah, oleh doa, dan oleh rasa saling memiliki,” tambahnya.

 

Momen haru semakin terasa dengan kehadiran ibu angkat dari Ciledug, sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan hidup Sumarto di masa lalu, khususnya saat masih menempuh pendidikan di SMU Yuppentek Ciledug 2. Kehadirannya menjadi simbol perjalanan panjang penuh perjuangan yang kini berbuah kebahagiaan.

“Saya mengenal Sumarto sejak masih sekolah, penuh semangat dan perjuangan. Hari ini saya melihat hasil dari perjalanan itu. Saya sangat bangga dan terharu bisa menyaksikan anaknya tumbuh dalam keluarga yang penuh nilai kebaikan,” ujarnya dengan suara bergetar.

 

Ia juga menyampaikan doa tulus untuk Abid:

 

“Semoga Abid menjadi anak yang lebih hebat dari orang tuanya, sukses dunia akhirat, dan selalu ingat bahwa doa orang tua dan orang-orang terdekat adalah kekuatan terbesar dalam hidupnya.”

 

Sementara itu, pihak keluarga, Sumarto dan Uswatun Khasanah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan.

 

“Kami tidak bisa membalas satu per satu kebaikan dan doa yang diberikan hari ini. Semoga Allah SWT membalas dengan keberkahan yang berlipat ganda. Kehadiran semua tamu menjadi kebahagiaan luar biasa bagi kami sekeluarga,” ujar Sumarto.

 

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan santap bersama yang berlangsung penuh keakraban. Gelak tawa, obrolan hangat, serta kebersamaan yang terjalin menjadikan acara ini lebih dari sekadar tasyakuran—melainkan sebuah momentum berharga yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan dalam satu ikatan yang kuat.

 

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa tradisi, nilai agama, dan silaturahmi tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat, sekaligus harapan bahwa generasi penerus seperti Abid Alfin Hafiz akan tumbuh menjadi pribadi yang membawa cahaya kebaikan bagi banyak orang.

Zakaria (Bang zeck)

Pos terkait