MPI, Madiun – Lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan dilapangan menjadi pemicu bagi oknum pekerja untuk kerja sesuka hati, yang akhirnya dianggap akan mengorbankan mutu dan kualitas pekerjaan dilapangan.
Proyek milik Pemerintah yang diduga dikerjakan asal jadi. Mungkin karena kurangnya pengawasan, baik dari pihak pengawas atau instansi terkait. Indikasi salah satunya yang kini menjadi sorotan, yaitu pada Proyek Pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun tahap 1. Proyek yang didanai dari APBD murni pemkot Madiun Tahun 2025 tersebut dikerjakan CV. Sahabat Kerdja dengan anggaran sekitar 1,5 M (saat tim media investigasi ke lokasi tidak ditemukan papan informasi Proyek). Senin (02/02/2026) kemarin.
Proyek yang terletak tepat dibelakang kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun terindikasi kurang kualitas, seperti adukan semen dan pasir yang kurang berkualitas juga teknis pemasangan batu pondasi seolah asal pasang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Jemakir, SP yang saat dikonfirmasi melalui whatsapp (Wa) mengatakan, “Nunggu pemeriksaan kalau memang ada kekurangan biar kita komplain penyedianya dilakukan koordinasi pengawasannya”.
Ketika tim mendatangi DKPP Kota Madiun untuk konfirmasi dengan Kepala Bidang (Kabid) Pertanian, Wahyu Niken Febrianti, SP, beberapa kali tidak bisa ditemui dengan beberapa alasan dinas.
(HARRY22)












