MPI, Madina – Hal yang menjadi sorotan publik para oknum Kepala Sekolah (Kasek) berstatus Aparatur sipil Negara (ASN) jelang pilkada tahun 2024 implementasikan Loyalitas tak terarah dengan berbagai akal diciptakan untuk dapat berkumpul dan bermusyawarah tanpa Clarity (kejelasan) judul acara dengan alasan – alasan tertentu oleh oknum-oknum tersebut.
Hal ini tersimpulkan ketika awak media meliput salah satu acara dengan spontan beberapa oknum Kasek resah dengan arahan kamera, dan telah Mencuatnya publikasi berbagai media online berthemakan Korwil Dinas Pendidikan kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang dinilai mengajak seluruh Kepala Sekolah untuk bermusyawarah dugaan memenangkan salah satu Paslon di Pilkada ini yang menjadi pertanyaan publik,” papar Syamsuddin Nasution selaku ketua DPK FKI-1 Madina, Minggu (10/11/2024).
“Pasalnya, publik menilai apa yang dilakukan dan tindakan Korwil tersebut sudah menyalahi aturan Pilkadanya yang diduga sengaja mengajak ASN untuk bertindak tidak netral. Dimana, pelarangan ASN yang ikut berpolitik dapat di jerat dengan pasal 71 ayat 1 Undang Undang Pilkada Nomor 6 tahun 2020.Hal ini sesuai dengan pasal 9 UU ASN 5/2014 yang menyebutkan bahwa ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi politik. Aturan netralitas ASN di pemilu juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS,” ungkap Syamsuddin.
Sementara, Korwil IV Siabu, Rusdi Lubis yang dihubungi media mengenai isu tersebut mengelak dan membantah jika dirinya mengarahkan Kepala Sekolah untuk mendukung paslon tertentu.
“Bukan untuk mendukung dan mengarahkan untuk memilih paslon tertentu, kami hanya rapat soal ujian,” kata Rusdi.
Namun dalam posisi saat konfirmasi via WhatsApp, Rusdi Lubis menjawab dengan bingung ketika ditanya wartawan kenapa lokasi rapat diadakan di daerah terpencil, yakni di Desa Muara Batang Angkola (desa paling ujung).
“Bukan tidak ada lokasi lain, namun itu permintaan dari Kepala Sekolah SDN 043 Muara Batang Angkola yang menyuruh kami mengadakan rapat tertutup disana,” ucap Rusdi sambil terbata bata.
Sementara, Kadis Pendidikan Kabupaten Madina Rahmad Hidayat yang dihubungi media mengaku tidak mengetahui kegiatan Korwil kecamatan Siabu saat itu. “Saya tidak tahu kegiatan apa saat itu yang dirapatkan Korwil IV Siabu dengan Kepala Sekolah, saya baru tahu setelah ada salah satu pemberitaan di Media Online, namun apabila benar ada yang menyimpang dan rapat itu bertujuan untuk pemenangan salah satu paslon, maka akan segera kita copot Korwilnya,” tegas Rahmat.
Di sisi lain dalam pemberitaan yang beredar, wartawan yang melakukan peliputan saat itu mengaku benar dirinya di suruh datang oleh salah satu Kepala Sekolah ke rapat tersebut.
“Korwil mengajak dan mengundang kami datang ke rapat tertutup itu, untuk mengarahkan kami demi pemenangan salah satu Calon Bupati, kalian liput dulu,” ucap ML menirukan ucapan salah satu Kepala Sekolah yang menghubunginya.
Korwil Siabu maupun Kadis Pendidikan mengatakan akan segera menyelesaikan dugaan permasalahan tersebut dihari Senin mendatang.
Sementara, Tim pemenangan salah satu paslon mengaku hingga saat ini mereka masih mencari bukti akurat kebenaran berita tersebut untuk diadukan ke Bawaslu Madina.
(S.Nasution)












